WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

PLN & Pelindo Resmikan OPS 1 MVA di Tanjung Priok, Dorong Realisasi ‘Green Port’

Published September 18, 2026 · Updated September 18, 2026 · By Patricia Miller - wartanaya.com

Foto : Patricia Miller - wartanaya.com

OPS Tanjung Priok Mulai Beroperasi, Kapal Bisa Mematikan Genset Saat Bersandar

Wartanaya.com – Pelabuhan Tanjung Priok kini memiliki fasilitas pasokan listrik dari darat bagi kapal yang sedang bersandar. PT PLN (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas total 1 megavolt ampere (MVA) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Jakarta Utara, pada Rabu (16/9).

Kehadiran OPS menjadi langkah awal pengembangan sistem kelistrikan pelabuhan yang lebih rendah emisi. Kapal yang terhubung ke fasilitas tersebut dapat menghentikan pengoperasian mesin diesel atau genset selama berada di dermaga, lalu memperoleh kebutuhan listriknya melalui jaringan dari darat.

Dua unit yang diresmikan masing-masing memiliki kapasitas 500 kilovolt ampere (kVA). Pembangunan serta pengoperasiannya dijalankan oleh PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), perusahaan patungan antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim.

Langkah awal menuju 24 unit OPS

Fasilitas di DSN merupakan unit pertama dalam rencana pengembangan 24 OPS di kawasan Tanjung Priok hingga 2027. Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama PLN dan Pelindo untuk memperkuat efisiensi aktivitas kepelabuhanan sekaligus mengurangi emisi di sektor maritim.

Emisi dari kapal saat berada di pelabuhan banyak berkaitan dengan penggunaan mesin diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik di atas kapal. Dengan pasokan dari darat, konsumsi bahan bakar dapat ditekan tanpa menghentikan kebutuhan operasional kapal selama proses sandar berlangsung.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan penyediaan energi untuk OPS sejalan dengan agenda dekarbonisasi industri dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif ini ditempatkan sebagai bagian dari transformasi pembangunan maritim yang lebih berkelanjutan melalui konsep Green Port.

“Kehadiran fasilitas OPS di Tanjung Priok menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari kapal selama bersandar di pelabuhan. Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan,” kata Darmawan.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Pasokan listrik yang stabil menjadi unsur penting dalam penerapan sistem ini. Operasional kapal di dermaga tetap membutuhkan energi untuk berbagai kebutuhan internal, sehingga peralihan dari genset kapal ke listrik darat perlu ditopang infrastruktur yang andal.

“Dukungan kelistrikan yang andal merupakan salah satu komitmen PLN dalam mengakomodir kebutuhan energi bersih di kawasan pelabuhan maupun industri skala besar,” tutur Darmawan.

Ia juga menilai kolaborasi tersebut mencerminkan sinergi BUMN dalam memanfaatkan energi domestik bagi transformasi pelabuhan. Selain membantu pengurangan penggunaan bahan bakar, sistem OPS diharapkan mendukung penghematan bagi pelaku usaha maritim dan membuat aktivitas pelabuhan lebih optimal.

Standar internasional dan layanan bagi beberapa kapal

OPS di Dermaga Serbaguna Nusantara disebut sebagai fasilitas pertama di Indonesia yang telah lulus pengujian standar internasional IEC/IEEE 80005-3:2025. Keandalannya diuji melalui rangkaian penyambungan penuh pada Juli, ketika genset kapal dapat dimatikan sepanjang kapal bersandar.

Sistem tersebut menyalurkan listrik dari jaringan PLN menuju kapal melalui fasilitas konversi. Teknologi ini dapat melayani kebutuhan frekuensi listrik 50 hertz maupun 60 hertz, dua standar yang digunakan dalam pengoperasian kapal. Dalam waktu bersamaan, fasilitas mampu melayani dua hingga empat kapal.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menekankan bahwa OPS tidak semata-mata mengganti sumber tenaga kapal. Pemanfaatan listrik dari darat dipandang sebagai bagian dari perubahan cara pelabuhan menjalankan operasinya agar lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.

“OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal,” kata Achmad.

“Kami ingin membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya semakin produktif, tetapi juga semakin berkelanjutan,” ujarnya.

Konsep green port mencakup upaya memperbaiki dampak lingkungan dari kegiatan pelabuhan tanpa mengabaikan kelancaran layanan logistik. Dalam konteks OPS, manfaat langsungnya terletak pada pengurangan kebutuhan kapal untuk menyalakan mesin diesel ketika kapal tidak sedang berlayar.

Direktur Utama PT Energi Pelabuhan Indonesia Andriyuda Siahaan menyampaikan pengembangan OPS akan dilakukan bertahap. Setelah target 24 unit di Tanjung Priok pada 2027, model tersebut berpotensi diterapkan di terminal multipurpose, dermaga umum, dan pelabuhan lain.

Dalam proyeksi jangka panjang, pengembangan dapat mencapai 123 unit OPS pada 2050. Perluasan itu akan bergantung pada kebutuhan layanan kapal serta kesiapan infrastruktur pada setiap lokasi pelabuhan.

Uji coba di Tanjung Priok juga memperlihatkan potensi penghematan bahan bakar yang besar dalam satu kali periode sandar. Dalam waktu kurang dari 24 jam, efisiensi penggunaan bahan bakar minyak tercatat sekitar 700 liter. Angka tersebut memperlihatkan alasan ekonomis di balik pengembangan OPS, di samping tujuan menekan emisi.

Dengan peresmian dua unit awal ini, Tanjung Priok mulai membangun fondasi elektrifikasi pelabuhan. Tahap berikutnya adalah memperluas kapasitas layanan agar semakin banyak kapal dapat memanfaatkan listrik darat saat melakukan kegiatan bongkar muat maupun menunggu keberangkatan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is PLN Pelindo Resmikan OPS 1 MVA?

PLN Pelindo Resmikan OPS 1 MVA is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PLN Pelindo Resmikan OPS 1 MVA matter?

PLN Pelindo Resmikan OPS 1 MVA matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.