WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemerintah Siapkan Skema Kredit Rp 400 Triliun untuk Petani dan Nelayan

Published Oktober 22, 2026 · Updated Oktober 22, 2026 · By Richard Wilson - wartanaya.com

Foto : Richard Wilson - wartanaya.com

Pemerintah Menyiapkan Kredit Rp400 Triliun untuk Petani dan Nelayan

Wartanaya.com – Pemerintah tengah mematangkan alternatif pembiayaan hingga Rp400 triliun yang ditujukan bagi petani, nelayan, warga desa, serta masyarakat di wilayah terpencil dan tertinggal. Rencana ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses kredit bagi kelompok masyarakat kecil agar memiliki dukungan modal dan daya beli yang lebih kuat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penyaluran dana tersebut belum ditetapkan hanya melalui satu jalur. Kredit Usaha Rakyat atau KUR menjadi salah satu opsi yang tersedia, namun pemerintah juga mempertimbangkan berbagai instrumen pembiayaan lain untuk memenuhi sasaran kredit tersebut.

Nilai Rp400 triliun dipersiapkan terutama untuk mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dan perikanan. Pemilihan skema nantinya akan berkaitan dengan bentuk kredit, kelompok penerima, besaran plafon, hingga tingkat bunga yang akan diterapkan.

“Dan itu direncanakan untuk lebih kepada dukungan, kan kita punya pola KUR dan yang lain. Tinggal tingkat suku bunganya dipasang berapa,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/10).

KUR Menjadi Salah Satu Pilihan

KUR telah menjadi pola pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam rencana tersebut. Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa pola itu masih berada dalam tahap pilihan, bukan satu-satunya mekanisme yang akan digunakan untuk mengalirkan kredit dalam jumlah besar.

Pemerintah juga membuka ruang bagi pembiayaan melalui skema lain. Airlangga memberi gambaran tentang pendekatan kredit yang mampu menaikkan plafon pembiayaan di sektor perumahan. Selain itu, tersedia pula skema kredit untuk alat dan mesin pertanian, atau alsintan, yang dapat menjadi relevan dalam mendukung kegiatan produksi pertanian.

Hingga kini, instrumen spesifik yang akan dipakai untuk mencapai target Rp400 triliun belum dirinci. Kejelasan rancangan tersebut akan menentukan bagaimana kredit dapat menjangkau penerima yang beragam, mulai dari petani dan nelayan hingga keluarga yang tinggal jauh dari pusat layanan keuangan.

Bagi sektor pertanian dan perikanan, akses pembiayaan merupakan bagian penting dari kegiatan usaha. Modal dibutuhkan untuk beragam kebutuhan produktif, sementara ketersediaan fasilitas kredit yang sesuai dapat membantu masyarakat memperoleh dukungan pembiayaan melalui saluran yang lebih terstruktur.

Sasaran Hingga 28 Juta Keluarga

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan target penyaluran kredit bagi masyarakat kecil sebesar Rp400 triliun pada tahun mendatang. Program tersebut diarahkan kepada petani, nelayan, warga perdesaan, masyarakat di daerah terpencil, dan kelompok yang berada di wilayah tertinggal.

Target penerimanya diperkirakan mencapai sekitar 28 juta keluarga. Jika jumlah anggota keluarga dihitung dengan asumsi empat orang, cakupannya dapat menyentuh kurang lebih 100 juta penduduk Indonesia.

“Nanti sasarannya kurang lebih 28 juta keluarga, jika dihitung anak istri bisa dikali empat sehingga kurang lebih (menjangkau) 100 juta rakyat kita,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakortas TPAKD) di Jiexpo Kemayoran, Kamis (22/10).

Prabowo menilai sasaran tersebut sejalan dengan kapasitas negara saat ini. Namun, ruang peningkatan tetap terbuka apabila Indonesia mampu mengamankan sumber daya alam yang dimilikinya. Hal itu menempatkan pengelolaan kekayaan alam sebagai salah satu unsur yang berkaitan dengan kemampuan pemerintah memperluas dukungan ekonomi kepada masyarakat.

Penyaluran kredit kepada rakyat direncanakan berlangsung lebih besar dibanding capaian yang ada. Saat ini, penyaluran yang telah berjalan tercatat sekitar Rp53 triliun bagi dua juta warga. Target baru Rp400 triliun menunjukkan skala perluasan yang jauh lebih luas, baik dari sisi nilai pembiayaan maupun jumlah keluarga yang berpotensi menerima manfaat.

“Setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata, ini yang sedang kami perjuangkan,” ujarnya.

Pengelolaan Sumber Daya untuk Kesejahteraan

Prabowo juga mengaitkan agenda pembiayaan masyarakat dengan penguasaan dan perlindungan sumber daya alam. Ia menekankan perlunya kerja pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kekayaan Indonesia agar manfaatnya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” katanya.

Rencana kredit Rp400 triliun membawa perhatian pada dua hal utama: luasnya kelompok penerima yang dibidik dan kebutuhan untuk menentukan skema penyaluran yang tepat. KUR, kredit alsintan, serta kemungkinan instrumen lain menjadi bagian dari pilihan yang sedang disiapkan pemerintah.

Pelaksanaan kebijakan nantinya akan bergantung pada pengaturan lebih lanjut mengenai bunga, plafon, mekanisme penyaluran, dan jangkauan layanan. Dengan sasaran yang mencakup puluhan juta keluarga, rancangan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat kecil terhadap kredit sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di wilayah perdesaan, pesisir, terpencil, dan tertinggal.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemerintah Siapkan Skema Kredit Rp 400 Triliun?

Pemerintah Siapkan Skema Kredit Rp 400 Triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemerintah Siapkan Skema Kredit Rp 400 Triliun matter?

Pemerintah Siapkan Skema Kredit Rp 400 Triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.