WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Nusron Mundur dari Golkar, Diskusi dengan Bahlil Sebelum OTT dan Geledah di ATR

Published September 21, 2026 · Updated September 21, 2026 · By Matthew Smith - wartanaya.com

Foto : Matthew Smith - wartanaya.com

Nusron Wahid Lepas Jabatan Pengurus Golkar, Status Kader Tetap Melekat

Wartanaya.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan Partai Golkar. Pernyataan itu mencuat ketika Nusron meninggalkan Gedung DPR pada Senin (21/9), di tengah perhatian terhadap penggeledahan di lingkungan Kementerian ATR serta isu mengenai posisinya di kabinet.

Nusron tidak memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah ia masih berstatus kader Partai Golkar. Ia hanya menyampaikan bahwa persoalan terkait keanggotaannya telah dibicarakan dengan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia sejak tahun lalu.

“Selebihnya lebih baik tanyakan kepada Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu,” kata Nusron.

Usai mengikuti agenda di ruang sidang Badan Legislasi, Nusron berjalan meninggalkan area rapat ketika pertanyaan tentang Golkar terus diarahkan kepadanya. Sejumlah jurnalis kemudian mendekat, bukan hanya untuk mengonfirmasi status politiknya, tetapi juga menggali keterangannya terkait dugaan korupsi di Kementerian ATR.

Situasi itu sempat membuat akses keluar gedung menjadi padat. Nusron, yang sebelumnya tampak tersenyum, lalu meminta ruang untuk melanjutkan perjalanan.

“Mohon maaf, saya punya privasi untuk jalan. Boleh tidak saya jalan,” ujarnya.

Golkar: Nusron Sudah Mundur Berbulan-bulan Lalu

Partai Golkar memastikan Nusron telah mengundurkan diri dari jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat. Sebelum melepas posisi tersebut, Nusron menjabat Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji menyatakan pengunduran diri itu tidak terjadi baru-baru ini. Dalam ingatannya, keputusan Nusron untuk meninggalkan kepengurusan telah berlangsung lebih dari enam bulan.

“Sudah lama (mundur). Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,” kata Sarmuji pada Sabtu (19/9).

Meski tidak lagi menjadi pengurus, Nusron tetap tercatat sebagai kader biasa Partai Golkar. Sarmuji menjelaskan bahwa pengajuan pengunduran diri disampaikan Nusron langsung kepada Bahlil Lahadalia. Namun, alasan di balik keputusan tersebut tidak ia ketahui secara rinci.

“Mungkin ingin fokus ke hal lain,” kata Sarmuji.

Perbedaan antara posisi pengurus dan kader menjadi penting dalam konteks ini. Pengurus menjalankan peran struktural dalam organisasi partai, sedangkan status kader menunjukkan keterikatan seseorang dengan partai tanpa harus menduduki jabatan di kepengurusan. Karena itu, mundurnya Nusron dari DPP tidak otomatis berarti ia keluar sepenuhnya dari Golkar.

Ketidakhadiran Saat Penggeledahan Kantor ATR

Perhatian publik terhadap Nusron meningkat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantornya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (17/9). Nusron tidak terlihat berada di kantor sejak pagi sebelum kegiatan tersebut berlangsung.

Dalam periode yang sama, ia juga tidak menghadiri dua rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat. Tugas mewakili Kementerian ATR dalam pertemuan dengan parlemen dijalankan Wakil Menteri ATR Ossy Dermawan.

Ketidakhadiran itu memunculkan spekulasi bahwa Nusron akan meninggalkan kursi menteri. Informasi yang beredar menyebut mantan anggota DPR tersebut disebut-sebut tengah bersiap mengundurkan diri, walaupun belum ada kepastian mengenai waktu maupun keputusan resminya.

Anggota Komisi I DPR dari Partai Golkar, Dave Laksono, mengaku belum memperoleh informasi mengenai kabar tersebut saat dimintai tanggapan pada Jumat (18/9).

“Saya belum dengar,” kata Dave.

Kementerian ATR juga belum melihat adanya pernyataan pengunduran diri dari Nusron. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR Uunk Din Parunggi menegaskan bahwa kementerian tetap menjalankan pelayanan di bidang pertanahan.

“Belum ada pernyataan pengunduran diri oleh Menteri Nusron. Pengubahan susunan menteri itu haknya Presiden,” kata Uunk di Jakarta, Jumat (18/9).

Nusron Muncul Kembali dan Siap Ikuti Proses Hukum

Nusron kembali terlihat di hadapan publik setelah salat Jumat di kompleks Kementerian ATR pada Jumat (18/9). Kemunculan itu menjadi penanda bahwa ia masih mengikuti perkembangan di kementerian yang dipimpinnya, meski sejumlah pertanyaan tentang keberadaannya sebelumnya belum seluruhnya terjawab.

Ia menyatakan akan mengikuti serta membantu proses penegakan hukum yang sedang dilakukan KPK. Sikap tersebut menempatkan proses hukum sebagai jalur yang perlu dihormati, sementara publik menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai perkara yang berkaitan dengan Kementerian ATR.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang memiliki peran langsung dalam layanan pertanahan, tata ruang, serta berbagai urusan administrasi yang menyentuh masyarakat. Karena itu, kesinambungan pelayanan menjadi perhatian utama ketika muncul isu yang melibatkan pejabat puncak kementerian.

Di sisi politik, mundurnya Nusron dari kepengurusan Golkar memperjelas bahwa perannya dalam organisasi partai telah berubah. Namun, keterangan dari DPP Golkar menunjukkan ia belum meninggalkan status sebagai kader. Adapun soal kemungkinan perubahan di kabinet, hingga Jumat (18/9), belum ada pengumuman resmi dari Menteri Nusron maupun keputusan mengenai susunan menteri.

Rangkaian perkembangan ini masih menyisakan beberapa hal yang belum dijelaskan secara terbuka: alasan Nusron mundur dari kepengurusan Golkar, posisi politiknya setelah itu, serta dampak penyelidikan di Kementerian ATR terhadap tugas pemerintahannya. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan bergantung pada pernyataan resmi pihak terkait dan proses hukum yang berjalan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Nusron Mundur dari Golkar Diskusi?

Nusron Mundur dari Golkar Diskusi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Nusron Mundur dari Golkar Diskusi matter?

Nusron Mundur dari Golkar Diskusi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.