WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mentan Amran Bidik Lahan 2 Juta Hektare, Mau Bangun Pabrik Etanol

Published September 21, 2026 · Updated September 21, 2026 · By Anthony Rodriguez - wartanaya.com

Foto : Anthony Rodriguez - wartanaya.com

Wartanaya.com – Mentan Amran Bidik Lahan 2 Juta hektare untuk mendukung pengembangan industri etanol berbasis hasil pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menyiapkan langkah konsolidasi lahan sekaligus rencana pembangunan pabrik etanol secara masif di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut akan memanfaatkan tiga komoditas utama, yaitu tebu, singkong, dan jagung. Kebutuhan lahannya diperkirakan berada pada kisaran 1 juta hingga 2 juta hektare, dengan tebu menjadi prioritas terbesar dalam penyediaan bahan baku.

Pengembangan Etanol dari Tebu, Jagung, dan Singkong

Amran menyampaikan bahwa pemerintah baru memulai tahap konsolidasi untuk menyiapkan lahan pengembangan etanol. Karena masih berada pada tahap awal, lokasi pembukaan lahan maupun pembangunan pabrik belum dirinci.

"Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya, kita gerakkan masif seluruh Indonesia," kata Amran di Jakarta Selatan, Senin (21/9).

Kebutuhan lahan paling besar diarahkan untuk pengembangan tebu. Pemerintah memperkirakan sekitar 1 juta hektare diperlukan bagi komoditas tersebut. Tebu dinilai penting dalam rencana penyediaan bahan baku industri etanol nasional.

Selain tebu, jagung dan singkong juga akan dikembangkan sebagai sumber etanol. Untuk jagung, pemerintah menyiapkan bantuan lahan percobaan seluas 1.000 hektare bagi bupati yang mengikuti program penanaman. Hasil uji coba itu akan menjadi pertimbangan untuk memperluas areal tanam.

Apabila produksi jagung menunjukkan hasil yang baik, pemerintah berencana menambah luas lahan pada Januari. Evaluasi terhadap kualitas tanaman dan tingkat produksinya akan menjadi dasar sebelum perluasan dilakukan.

Skema Investasi dan Kepastian Lahan

Mentan Amran Bidik Lahan 2 Juta hektare juga berkaitan dengan upaya menarik investasi ke industri etanol. Pemerintah berencana melibatkan badan usaha milik negara atau BUMN serta investor swasta dalam pembangunan pabrik pengolahan.

Menurut Amran, porsi pembiayaan awal dapat berasal dari BUMN sekitar 30% dan swasta 70%. Namun, komposisi tersebut tidak bersifat tetap. Kontribusi BUMN dapat meningkat menjadi 40% atau bahkan 50% sesuai kemampuan pembiayaan perusahaan negara.

Setelah kapasitas BUMN dimaksimalkan, pemerintah akan membuka ruang lebih besar bagi sektor swasta. Kepastian lahan menjadi salah satu faktor utama yang perlu disiapkan agar investor memiliki dasar yang jelas sebelum menanamkan modal.

"Yang penting kepastian lahan. Makanya ini, lahan kita menjadi prioritas," kata Amran.

Pemerintah akan mengawal proses penentuan lahan, termasuk aspek legalitasnya. Langkah ini dipandang penting agar pengembangan bahan baku dan pembangunan fasilitas pengolahan dapat berjalan dengan lebih terarah.

Target Campuran Etanol hingga E40

Pengembangan industri etanol direncanakan berjalan bertahap. Pemerintah menargetkan penggunaan campuran etanol dalam bahan bakar meningkat dari E5 dan E10 menuju E20 pada 2029. Setelah itu, pengembangan campuran etanol disebut dapat berlanjut menuju E40 pada 2030-2031.

Amran juga mengaitkan program etanol dengan pelaksanaan biodiesel B50. Jika seluruh program dapat berjalan penuh, kombinasi pengembangan etanol dan biodiesel berpotensi menghemat devisa hingga US$30 miliar atau sekitar Rp500 triliun per tahun.

Selain penghematan devisa, pengembangan industri ini diharapkan membuka kesempatan kerja. Pemerintah memperkirakan sedikitnya 8 juta tenaga kerja permanen dapat tercipta apabila program etanol dan rantai pasok bahan bakunya terlaksana.

FAQ Pengembangan Lahan Etanol

Apa tujuan Mentan Amran Bidik Lahan 2 Juta hektare?

Tujuannya adalah menyiapkan bahan baku untuk industri etanol dari tebu, jagung, dan singkong, sekaligus mendukung rencana pembangunan pabrik etanol di berbagai wilayah Indonesia.

Komoditas apa yang paling diprioritaskan?

Tebu menjadi komoditas dengan kebutuhan lahan terbesar. Pemerintah memperkirakan sekitar 1 juta hektare lahan dibutuhkan untuk pengembangan tebu.

Siapa yang akan membiayai pembangunan pabrik etanol?

Pembangunan pabrik direncanakan melibatkan BUMN dan swasta. Amran memperkirakan pembiayaan dapat berasal sekitar 30% dari BUMN dan 70% dari swasta, dengan komposisi yang masih dapat berubah sesuai kemampuan BUMN.

Kapan target penggunaan etanol dalam bahan bakar ditingkatkan?

Pemerintah menargetkan campuran etanol meningkat menuju E20 pada 2029, lalu berpotensi berlanjut menuju E40 pada 2030-2031.

Related Reading