WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Industri Obat dan Makanan Berpotensi Sumbang Rp10 Ribu Triliun per Tahun

Published Oktober 8, 2026 · Updated Oktober 8, 2026 · By Anthony Rodriguez - wartanaya.com

Foto : Anthony Rodriguez - wartanaya.com

Industri Obat dan Makanan Berpotensi Menjadi Penggerak Ekonomi Nasional

Wartanaya.com – Industri Obat dan Makanan Berpotensi menyumbang sekitar Rp10 ribu triliun per tahun bagi perekonomian Indonesia. Potensi tersebut disampaikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sejalan dengan besarnya jumlah pelaku usaha yang bergerak di sektor farmasi, pangan, dan produk olahan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan ekosistem usaha di sektor ini mencakup sekitar 45.000 perusahaan besar serta 4,2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa obat dan makanan bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, tetapi juga memiliki peran besar dalam aktivitas ekonomi nasional.

Menurut Taruna, pendapatan pelaku usaha di sektor tersebut sangat beragam. Ada perusahaan yang memperoleh pendapatan ratusan juta rupiah per tahun, sementara sebagian lainnya mencatatkan keuntungan hingga ratusan miliar rupiah, bahkan triliunan rupiah. Jika seluruh kegiatan ekonomi dari jutaan pelaku usaha itu dihitung secara keseluruhan, nilai kontribusi Rp10 ribu triliun dinilai bukan sesuatu yang mustahil.

“Kalau digabung semuanya dari 4,3 juta pelaku usaha tentu angka Rp10 ribu triliun itu bukan khayalan,” ujar Taruna Ikrar saat ditemui usai menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Peran BPOM bagi Pertumbuhan Industri Farmasi dan Pangan

BPOM memiliki tugas utama dalam memastikan keamanan, mutu, dan kelayakan obat serta makanan yang beredar. Namun, Taruna menekankan bahwa peran lembaga tersebut juga berkaitan dengan penguatan ekonomi. Regulasi dan pengawasan yang berjalan efektif dapat membantu pelaku usaha membangun kepercayaan konsumen serta memperluas peluang pasar.

Industri Obat dan Makanan Berpotensi berkembang lebih cepat apabila pelaku usaha mampu memenuhi ketentuan keamanan dan mutu sejak tahap pengembangan produk. Hal ini penting terutama bagi UMKM pangan olahan yang ingin meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan penjualan.

Data BPOM menunjukkan terdapat lebih dari 2.900 usaha menengah, 4.600 usaha kecil, dan 7.900 usaha mikro pangan olahan yang telah terdaftar. Angka tersebut menggambarkan peran UMKM yang besar dalam rantai industri, mulai dari produksi bahan pangan hingga pemasaran produk siap konsumsi.

Taruna menyebut nilai kontribusi ekonomi Rp10 ribu triliun, atau sekitar 558,32 miliar dolar AS, setara dengan sekitar 35% hingga 40% dari produk domestik bruto Indonesia yang mencapai Rp23 ribu triliun. Dengan skala sebesar itu, sektor obat dan makanan dipandang sebagai salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi.

Percepatan Izin dan Dukungan bagi UMKM

Besarnya ekosistem farmasi dan pangan membuat BPOM perlu mempercepat layanan regulasi dan perizinan. Percepatan tersebut diharapkan membantu usaha yang telah memenuhi persyaratan untuk segera memasarkan produknya, meningkatkan produksi, dan naik kelas dari usaha mikro menjadi usaha kecil maupun menengah.

BPOM juga menyatakan komitmennya untuk melakukan transformasi dukungan bagi pelaku usaha. Dukungan itu mencakup riset dan pengembangan, edukasi, serta hilirisasi agar inovasi yang dihasilkan dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi.

Industri Obat dan Makanan Berpotensi turut mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. Optimalisasi sektor ini diharapkan dapat memperkuat industri dalam negeri dan membantu Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah menuju negara maju.

FAQ Industri Obat dan Makanan

Berapa potensi kontribusi industri obat dan makanan bagi ekonomi Indonesia?

BPOM memperkirakan sektor ini berpotensi menyumbang sekitar Rp10 ribu triliun per tahun terhadap perekonomian nasional.

Siapa saja pelaku usaha dalam sektor obat dan makanan?

Sektor ini mencakup perusahaan besar di bidang farmasi dan pangan serta jutaan UMKM. BPOM menyebut terdapat sekitar 45.000 perusahaan besar dan 4,2 juta UMKM yang terkait dengan ekosistem tersebut.

Mengapa izin BPOM penting bagi pelaku usaha?

Izin dan pemenuhan standar BPOM membantu memastikan produk memenuhi ketentuan keamanan dan mutu. Kepatuhan tersebut juga dapat mendukung kepercayaan konsumen serta kesiapan usaha untuk memperluas pasar.

Bagaimana Industri Obat dan Makanan Berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi?

Pertumbuhan produksi, inovasi, hilirisasi, dan peningkatan skala UMKM dapat memperbesar aktivitas ekonomi sektor ini. Karena itu, percepatan layanan regulasi dan pendampingan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam pengembangannya.

Related Reading