WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Warga Makassar Antre BBM Sejak Subuh karena Langka, Sudah Terjadi Dua Bulan

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Matthew Smith - wartanaya.com

Foto : Matthew Smith - wartanaya.com

Antrean BBM di Makassar Berlangsung Sejak Dini Hari

Wartanaya.com – Kelangkaan bahan bakar minyak kembali membuat warga Makassar, Sulawesi Selatan, mendatangi stasiun pengisian sejak sebelum matahari terbit pada Kamis (10/9). Kekhawatiran tidak memperoleh bensin mendorong pengendara mengantre panjang di sejumlah SPBU, di tengah kondisi pasokan yang dirasakan masyarakat telah bermasalah selama sekitar dua bulan.

Situasi itu terlihat di SPBU Manggala, tempat sejumlah pengendara memilih menunggu sejak subuh agar tidak kehabisan saat kendaraan pengangkut pasokan tiba. Panjangnya antrean menunjukkan tingginya kebutuhan bahan bakar di tengah ketidakpastian waktu distribusi.

“Saya memang sejak subuh rela menunggu antre bensin di SPBU Manggala, jangan sampai habis lagi. Antreannya sangat panjang,” ucap Heru.

Antrean serupa juga muncul di SPBU di Jalan Letnan Jenderal Hertasning dan Jalan Aroepala, yang sebelumnya dikenal sebagai Jalan Letjen Hertasning. Sejak pagi buta, warga telah berkumpul dan menunggu ketersediaan BBM tanpa kepastian kapan pasokan akan masuk ke lokasi.

SPBU Menunggu Kiriman dari Terminal Makassar

Di SPBU nomor 74.902.50 di Jalan Aroepala, stok bensin disebut telah habis. Petugas SPBU menjelaskan bahwa pengiriman sudah diminta sejak sehari sebelumnya, tetapi kendaraan pembawa pasokan belum tiba.

“Bensinnya sudah habis. Belum masuk jatah BBM, katanya sementara pengiriman. Memang sudah pesan sejak kemarin, tapi belum datang, belum tahu kapan masuk. Sekarang bisa dicek di aplikasi, tapi belum ada respons dari Pertamina,” tutur Wawan, pegawai SPBU tersebut.

Wawan memperlihatkan aplikasi pemantauan distribusi stok yang terhubung dengan pasokan dari Integrated Terminal Makassar di Jalan Nusantara, yang sebelumnya bernama Terminal BBM. Dalam aplikasi itu belum terlihat jadwal kedatangan pengiriman ke SPBU tersebut.

“SPBU hanya menjual BBM pak, kami tidak tahu kapan datang pasokannya,” ucapnya.

Kondisi ini membuat pengendara harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mencari bahan bakar. Tidak hanya jenis subsidi yang diburu, produk nonsubsidi juga dilaporkan habis di beberapa titik. Antrean pembeli bahkan tampak di pom mini tidak resmi.

Kemacetan dan Pengamanan di Sejumlah Titik

Panjangnya antrean kendaraan memberi dampak langsung terhadap lalu lintas. Mobil roda empat yang telah berhenti di sisi jalan sejak malam menambah kepadatan di sekitar SPBU. Di beberapa lokasi, aparat kepolisian dan petugas Dinas Perhubungan dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan serta mencegah antrean mengganggu jalan utama secara lebih luas.

Bagi pengemudi yang menggantungkan aktivitas harian pada kendaraan, kondisi tersebut menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap ringan. Waktu kerja dapat tersita untuk mencari BBM, sementara kendaraan tetap membutuhkan bahan bakar untuk menjalankan kegiatan ekonomi dan mobilitas sehari-hari.

“Sampai kapan begini terus, masyarakat terus-terus kesulitan bahan bakar. Bukan hanya bensin subsidi yang antre, BBM non subsidi juga sama. Pertamina harus menjelaskan permasalahan sebenarnya kepada publik,” tutur Usman, seorang sopir paruh baya.

Keluhan warga memperlihatkan bahwa persoalan antrean tidak hanya berkaitan dengan lamanya waktu menunggu di SPBU. Ketidakjelasan informasi mengenai stok dan jadwal distribusi juga membuat konsumen cenderung membeli bahan bakar lebih cepat saat mendengar adanya kemungkinan pasokan terbatas.

DPRD Sulsel Meminta Langkah Nyata

Masalah antrean BBM yang terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan turut mendapat perhatian pimpinan DPRD Sulsel. Mereka mendatangi kantor PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda untuk meminta penjelasan mengenai penyebab antrean panjang yang telah berlangsung dalam dua bulan terakhir.

Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan penyelesaian yang dapat dirasakan, bukan sekadar uraian mengenai penyebab gangguan distribusi. Aspirasi yang diterima DPRD antara lain berkaitan dengan kemacetan akibat antrean kendaraan di sekitar SPBU.

“Banyak aspirasi yang masuk kepada kami, antrean panjang di SPBU hingga memacetkan jalan. Kami minta bukan jawaban atau pun penjelasan, tetap apa langkah konkret Pertamina mengatasi kejadian ini dan apa yang kini dihadapi masyarakat,” ucap Andi Rachmatika Dewi.

Permintaan tersebut menempatkan fokus pada kepastian pasokan dan kelancaran penyaluran hingga ke tingkat SPBU. Bagi warga, informasi yang jelas mengenai ketersediaan bahan bakar dapat membantu mengurangi perjalanan berulang ke berbagai lokasi pengisian dan mencegah antrean terbentuk lebih awal.

Pertamina Sebut Permintaan dan Panic Buying Berpengaruh

Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, menyampaikan bahwa antrean dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah peningkatan permintaan dari sektor pariwisata dan logistik.

“Kenaikan demand dari sektor-sektor pariwisata, logistik, dan itu juga memiliki peranan yang cukup besar. Stok selalu kami suplai ke SPBU, tidak pernah putus setiap hari, tetapi antrean terus saja terjadi,” katanya.

Ia juga menyinggung adanya pembelian panik di tengah beredarnya informasi yang memicu kekhawatiran masyarakat. Perilaku konsumen, termasuk keputusan untuk membeli lebih banyak atau lebih cepat dari kebutuhan biasa, dinilai dapat memperbesar tekanan pada stok yang tersedia di SPBU.

“Berita-berita yang beredar sepertinya akan ada kenaikan harga BBM, akan ada kenaikan harga elpiji, itu tidak benar,” katanya.

Antrean panjang di Makassar memperlihatkan pentingnya distribusi yang terukur sekaligus komunikasi yang mudah dipahami publik. Ketika pasokan di tingkat SPBU belum terlihat atau jadwal pengiriman tidak pasti, warga cenderung datang lebih awal untuk mengamankan kebutuhan bahan bakar. Kondisi tersebut kemudian dapat memperpanjang antrean, mengganggu lalu lintas, dan menambah beban bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas harian.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Warga Makassar Antre BBM Sejak Subuh?

Warga Makassar Antre BBM Sejak Subuh is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Warga Makassar Antre BBM Sejak Subuh matter?

Warga Makassar Antre BBM Sejak Subuh matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.