PLN Siapkan Listrik dari Sampah untuk 55 Ribu Rumah Tangga Bekasi
PLN Terapkan Listrik Berbasis Sampah untuk 55 Ribu Rumah Tangga di Bekasi
Wartanaya.com – PT PLN (Persero) tengah menyiapkan aliran listrik yang bersumber dari instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Langkah ini ditujukan agar warga setempat memperoleh pasokan daya dari sampah yang diolah di wilayah mereka sendiri.
Kerangka Komersial dan Penandatanganan PJBL
Penyerapan daya listrik dari instalasi tersebut ke jaringan PLN telah ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL), yang setara dengan Power Purchase Agreement (PPA). Menurut keterangan pers Danantara Indonesia tertanggal 26 Agustus, perjanjian ini menjadi fondasi komersial bagi aliran listrik hasil pengolahan sampah ke dalam sistem kelistrikan PLN. Dokumen tersebut sekaligus menjamin kepastian offtake serta keberlangsungan operasional proyek dalam jangka panjang.
Kapasitas dan Dampak Energi
Instalasi PSEL Kota Bekasi dirancang dengan kapasitas netto 27,4 megawatt (MW). Dalam satu tahun, fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 223.584 megawatt hour (MWh) listrik. Jika dikonversi berdasarkan konsumsi rata-rata pelanggan rumah tangga berdaya 450 volt ampere (VA), angka tersebut mencukupi kebutuhan sekitar 55 ribu rumah tangga.
Dari sisi lingkungan, instalasi ini diproyeksikan mampu menekan emisi sampah dari tempat penyimpanan akhir hingga 80 persen. Selain itu, pengurangan emisi karbon yang ditargetkan mencapai 640.000 ton setara CO2 setiap tahunnya.
Skala Pengelolaan Sampah
Fasilitas yang berlokasi di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, akan mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi bersih. Secara tahunan, volume sampah yang ditangani melampaui 500 ribu ton, dengan target keberhasilan pengolahan sekitar 70 persen. Proyek ini juga diproyeksikan memangkas kebutuhan lahan tempat penyimpanan akhir hingga sekitar 90 persen.
Operasional penuh ditargetkan dimulai pada pertengahan tahun 2028.
Pernyataan Pimpinan PLN
"Permintaan listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kami mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kami pasok kembali ke Kota Bekasi," ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam siaran pers, Jumat (28/8).
Darmawan menegaskan bahwa skema ini tidak sekadar mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga mengembalikan energi kepada masyarakat setempat.
"Jadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah produk sampingan dari program ini," ujar Darmawan.
Investasi dan Tata Kelola
Proyek PSEL Kota Bekasi dibangun dengan nilai investasi Rp3 triliun. Berdasarkan keterangan pers Danantara, instalasi ini merupakan proyek kedua yang mulai dibangun setelah PSEL Denpasar Raya pada Juli 2026. Danantara menjalankan proyek tersebut melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).
Pernyataan Danantara Indonesia
"Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara khusus di Kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi sekitar masyarakat," ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, dikutip dari keterangan pers.
Pandu menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan membuka hampir 1.000 lapangan kerja hijau serta menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga.
"Selain itu, langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Danantara Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia," kata Pandu.
Konteks dan Teknologi
Kota Bekasi dinilai mendesak membutuhkan alternatif pengelolaan sampah yang berkelanjutan, mengingat tempat penyimpanan akhir di wilayah tersebut telah melampaui kapasitas. Danantara menyebut kota ini juga memiliki kesiapan lahan serta komitmen volume pasokan sampah yang memadai bagi operasional instalasi.
Secara teknis, PSEL Kota Bekasi akan memakai teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS). Sistem tersebut disesuaikan dengan karakteristik sampah Indonesia dan dirancang mengacu pada standar emisi European Union Industrial Emissions Directive.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is PLN Siapkan Listrik dari Sampah untuk 55?PLN Siapkan Listrik dari Sampah untuk 55 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does PLN Siapkan Listrik dari Sampah untuk 55 matter?PLN Siapkan Listrik dari Sampah untuk 55 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.