Harga Minyak Turun 2,7% di Tengah Perundingan Iran dan Oman soal Selat Hormuz
Perundingan Iran–Oman soal Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Tiga Hari Beruntun
Wartanaya.com – Upaya diplomatik antara Teheran dan Muscat untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz telah memicu pelemahan harga minyak acuan global selama tiga hari berturut-turut. Ancaman eskalasi militer yang sebelumnya mengintai kawasan kini mereda seiring kemajuan negosiasi.
Pergerakan Harga di Pasar Spot
Pada Rabu (25/8), kontrak Brent anjlok 2,7% ke level US$ 86,22 per barel pada pukul 09.40 waktu Singapura. Minyak West Texas Intermediate (WTI) ikut melemah 2,4% ke US$ 80,36 per barel. Penurunan ini terjadi di tengah sanksi terbaru Washington terhadap Teheran yang ternyata tidak berujung pada langkah lebih keras terhadap mitra dagang Iran, termasuk Cina selaku pembeli terbesar minyak mentah dari negara tersebut.
Terlepas dari koreksi mingguan tersebut, kontrak berjangka minyak secara keseluruhan masih mencatat kenaikan lebih dari 40% sepanjang tahun berjalan. Angka itu mencerminkan dampak konflik AS–Iran yang telah mengganggu pasokan dari kawasan Teluk Persia selama hampir enam bulan.
Analisis Pasar
"Sepertinya harga minyak mentah kini mulai memperhitungkan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai lebih cepat. Sebagian minyak masih dapat melewati selat tersebut, Iran dan AS kemungkinan besar sedang memasuki fase deeskalasi baru karena kedua pihak tengah mencari jalan keluar dari konflik," kata Dennis Kissler, Wakil Presiden senior bidang perdagangan di BOK Financial Securities Inc., dikutip dari Bloomberg, Rabu (26/8).
Arah Perundingan Teknis
Iran dan Oman akan melanjutkan perundingan teknis dengan target penyusunan koridor maritim permanen. Agenda yang dibahas mencakup masa depan pengelolaan selat, mekanisme pertukaran informasi, pengaturan lalu lintas kapal, serta penyediaan layanan maritim dan keamanan terkait.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan kedua pihak menargetkan negosiasi rute permanen baru dalam jendela waktu 30 hingga 60 hari. Ia menambahkan bahwa rute sementara telah disepakati, meskipun tidak memberikan jadwal pasti kapan pembahasan rute permanen akan dimulai.
Sinyal Deeskalasi dari Washington
Amerika Serikat tengah bersiap memulihkan kehadiran diplomatiknya di kedutaan-kedutaan Timur Tengah yang sebelumnya dievakuasi sebelum dan selama periode perang. Langkah itu dibaca pasar sebagai indikasi bahwa Washington tidak mengantisipasi kembalinya konflik berskala penuh.
Persediaan Minyak AS
American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah domestik sebesar 4,2 juta barel pada pekan lalu. Apabila angka tersebut dikonfirmasi oleh data resmi yang dijadwalkan rilis pada Rabu, kenaikan itu akan menandai peningkatan mingguan keempat secara beruntun.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Harga Minyak Turun 2 7 di Tengah?Harga Minyak Turun 2 7 di Tengah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Harga Minyak Turun 2 7 di Tengah matter?Harga Minyak Turun 2 7 di Tengah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.