WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bahlil: Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Kaya Masih dalam Tahap Kajian

Published Agustus 19, 2026 · Updated Agustus 19, 2026 · By Richard Jackson - wartanaya.com

Foto : Richard Jackson - wartanaya.com

Bahlil: Pembatasan Pertalite bagi Kelompok Desil 9–10 Belum Diterapkan

Wartanaya.com – Bahlil - Menjelang akhir Agustus 2026, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa wacana pembatasan akses BBM Pertalite bagi warga berstatus desil 9 dan 10 belum memasuki tahap implementasi. Menurutnya, skema tersebut masih berada pada fase kajian internal pemerintah.

"Pembatasan Pertalite masih dalam kajian, jadi (pembelian BBM) tersebut masih jalan seperti biasa."

Pernyataan itu disampaikan Bahlil ketika ditemui awak media seusai menghadiri The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 pada Rabu (19/8).

Mekanisme Desil dan Perannya dalam Kebijakan Energi

Istilah desil merujuk pada klasifikasi kesejahteraan masyarakat yang disusun dalam rentang satu hingga sepuluh. Pemetaan ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan diverifikasi oleh Kementerian Sosial. Angka satu menandakan kondisi paling rentan, sementara angka sepuluh mewakili kelompok paling sejahtera.

Data desil tersimpan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebuah sistem yang dikembangkan bersama BPS untuk memotret kondisi sosial-ekonomi warga. Meskipun desil menjadi salah satu acuan dalam penetapan penerima bantuan sosial, pemerintah tidak menjadikan faktor tunggal. Verifikasi lapangan dan pemeriksaan administratif tetap dilakukan sebelum bantuan disalurkan.

Batasan Pembelian Pertalite yang Berlaku Saat Ini

Selama kajian pembatasan baru belum rampung, aturan pembelian BBM subsidi tetap mengacu pada ketentuan yang sudah ada. Kendaraan bus dan truk diizinkan membeli hingga 200 liter per hari, sedangkan mobil penumpang dibatasi maksimal 50 liter per hari.

Bahlil sendiri menyuarakan keprihatinannya terhadap praktik warga mampu yang masih mengonsumsi BBM bersubsidi.

"(Meski) masih dalam pembahasan, tapi masa sih orang yang desilnya 9 dan 10 masih pakai BBM subsidi? Masyarakat yang mampu itu jangan mengambil hak rakyat, subsidi itu untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya."

Purbaya: Sistem Pembatasan Baru Sudah Siap

Sebelumnya, pada Selasa (11/8), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema pembatasan konsumsi Pertalite yang ditargetkan berlaku dalam tahun berjalan. Ia menyatakan hal ini seusai bertemu Bahlil di kantor Kemenkeu, Jakarta.

"Kami sedang exercise sistemnya seperti apa, dan kira-kira kapan paling pas untuk menjalankannya, dan berapa yang ditargetkan. Tapi, sistemnya sudah siap."

Mekanisme pembatasan yang dipertimbangkan mencakup dua pendekatan: berbasis kendaraan tertentu atau berbasis kelompok desil pemilik kendaraan.

"Yang jelas saya sudah lihat sistemnya bisa dijalankan mobil per mobil atau desil per desil."

Fokus utama kebijakan ini diarahkan pada kelompok atas yang dinilai mampu beralih ke BBM nonsubsidi.

"Yang jelas kami incar adalah yang atas saja supaya mereka beli sesuai dengan kemampuan mereka."

Potensi Dampak terhadap Konsumsi BBM

Purbaya menambahkan bahwa pembatasan tersebut tidak otomatis menurunkan total konsumsi BBM nasional. Sebagian warga yang selama ini menggunakan Pertalite berpotensi beralih ke jenis bahan bakar nonsubsidi, sehingga volume konsumsi secara keseluruhan bisa tetap stabil.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bahlil?

Bahlil is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bahlil matter?

Bahlil matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.