Bahlil: Stok BBM Bali Tipis Imbas Kapal Pengangkut Terlambat, Cadangan Ditambah
Cadangan Pertalite di Bali Dipulihkan, Distribusi dari Jawa Ditambah
Wartanaya.com – Bahlil - Pasokan Pertalite di Bali mulai kembali stabil setelah sempat terganggu oleh keterlambatan kapal pengangkut bahan bakar minyak dari Jawa. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah bersama PT Pertamina telah meningkatkan kembali cadangan Pertalite di pulau tersebut hingga mampu memenuhi kebutuhan selama 11 sampai 12 hari.
Pemulihan stok itu menjadi perhatian karena kelancaran pengiriman BBM ke Bali sangat bergantung pada jadwal kapal dari Jawa. Dalam tiga hingga empat hari terakhir, keterlambatan pengangkutan telah mengurangi ketersediaan cadangan dan memengaruhi kelancaran penyaluran ke sejumlah wilayah.
Bahlil meminta Pertamina tidak berhenti pada pemulihan awal tersebut. Ia menargetkan persediaan Pertalite Bali dapat ditingkatkan hingga setara kebutuhan 15 hari agar ketahanan pasokan lebih kuat ketika terjadi gangguan distribusi.
“Sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari,” kata Bahlil kepada wartawan di Bali dalam keterangan resmi Kementerian ESDM pada Senin (19/10).
Armada Kapal Ditambah Menjadi Tujuh Unit
Penguatan cadangan dilakukan bersamaan dengan peningkatan kapasitas pengiriman. Pertamina diminta mempercepat penyaluran BBM dari Jawa ke Bali dengan menambah kapal pengangkut dari sebelumnya tiga unit menjadi tujuh unit.
“Saya juga sudah meminta untuk percepatan distribusi dari Jawa ke Bali yang tadinya kapal hanya tiga, sekarang kapal sudah tujuh kapal,” ujar Bahlil.
Tambahan armada diharapkan memperkecil risiko tersendatnya pasokan ketika salah satu kapal mengalami keterlambatan. Bagi Bali, keberlanjutan distribusi menjadi penting karena stok di terminal penampungan perlu terus diisi sebelum disalurkan kembali ke stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU.
Gangguan pasokan tidak selalu berarti BBM benar-benar habis di seluruh wilayah. Namun, penurunan stok cadangan dapat membuat distribusi ke SPBU kurang lancar, terutama ketika permintaan tetap berjalan sementara pengiriman pengganti belum tiba. Karena itu, peningkatan jumlah kapal dan target stok 15 hari diposisikan sebagai langkah untuk memperlebar ruang aman pasokan.
Dua Terminal dengan Ketahanan Stok Berbeda
Bali memiliki dua terminal utama untuk menampung BBM, yaitu Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis. Kedua fasilitas ini memiliki kapasitas serta ketahanan persediaan yang tidak sama, sehingga perannya saling melengkapi dalam menjaga distribusi di pulau tersebut.
Terminal Sanggaran memiliki cadangan yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar empat hingga lima hari. Sementara Terminal Manggis memiliki daya tahan stok lebih panjang, yakni lebih dari 11 hari. Perbedaan itu membuat pengaturan pasokan dan pengiriman antarterminal menjadi unsur penting dalam menjaga ketersediaan BBM di berbagai daerah Bali.
Dengan cadangan yang lebih besar, terminal dapat membantu menyerap dampak keterlambatan pengiriman dalam jangka pendek. Meski demikian, stok penyangga tetap harus diisi secara rutin. Target menaikkan ketahanan Pertalite menjadi 15 hari ditujukan untuk memberi perlindungan lebih besar terhadap gangguan logistik seperti keterlambatan kapal.
Pembatasan Ganjil-Genap Diperpanjang
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Bali memperpanjang pengaturan pembelian BBM menggunakan nomor kendaraan ganjil dan genap hingga Jumat, 23 Oktober. Kebijakan itu ditempuh untuk membantu menjaga kelancaran penyaluran BBM ke SPBU setelah beberapa hari terakhir terjadi gangguan pasokan.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan perpanjangan tersebut tetap akan dievaluasi. Bila situasi distribusi membaik lebih cepat, pemerintah daerah membuka kemungkinan untuk meninjau kembali pelaksanaannya sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.
“Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil-genap yang berakhir terakhir hari ini, itu akan ditambah mulai besok sampai hari Jumat, tanggal 23 Oktober nanti. Tapi kalau sudah bagus sebelum itu, kami akan evaluasi kembali,” ujar Koster.
Pembatasan pembelian melalui skema ganjil-genap merupakan salah satu upaya untuk mengelola antrean dan menjaga pemerataan akses BBM selama pasokan diperkuat. Pemerintah daerah juga menerapkan langkah lain, termasuk pengaturan kerja dari rumah atau work from home serta pembelajaran sekolah secara daring.
Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi pergerakan kendaraan dan tekanan permintaan di tengah proses normalisasi distribusi. Bagi masyarakat, kondisi ini menunjukkan pentingnya mengikuti pengaturan yang berlaku di SPBU serta menggunakan BBM secara sesuai kebutuhan agar pasokan dapat tersalurkan lebih merata.
Dengan penambahan kapal pengangkut, peningkatan cadangan Pertalite, dan kebijakan pengendalian permintaan di daerah, pemerintah menargetkan kelancaran distribusi BBM di Bali dapat semakin terjaga. Evaluasi terhadap stok terminal, jadwal kapal, serta kondisi antrean di SPBU akan menjadi bagian penting untuk memastikan pemulihan pasokan berlangsung berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bahlil?Bahlil is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bahlil matter?Bahlil matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.