Anggaran ESDM 2027 Capai Rp 27,37 Triliun, Ada Alokasi untuk Kompor Listrik
Anggaran ESDM 2027 Naik menjadi Rp27,37 Triliun
Wartanaya.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan mengelola anggaran Rp27,37 triliun pada 2027. Nilai tersebut meningkat 26,3% dibandingkan anggaran tahun ini yang tercatat Rp21,67 triliun.
Porsi terbesar anggaran itu diarahkan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur energi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan Rp22,51 triliun, atau sekitar 82% dari total pagu, disiapkan bagi kegiatan yang berkaitan langsung dengan layanan energi bagi masyarakat.
“Jadi setara 82% ini untuk pembangunan infrastruktur Kementerian ESDM seperti membangun pipa, membangun jaringan gas, membangun listrik desa. Semuanya kami (gunakan untuk) program ke rakyat langsung,” kata Bahlil dalam rapat kerja Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Sisa anggaran digunakan untuk kebutuhan operasional kementerian, layanan manajemen, serta berbagai kegiatan publik yang tidak berbentuk pembangunan fisik. Pembagian tersebut menunjukkan fokus belanja 2027 ditempatkan pada perluasan infrastruktur dan program energi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Kompor Listrik Menjadi Pos Anggaran Baru
Dalam rencana anggaran 2027, Kementerian ESDM memasukkan dua program baru, yakni pengadaan kompor listrik dan konversi sepeda motor menjadi kendaraan listrik. Kehadiran keduanya menambah daftar agenda transisi energi yang akan didukung melalui belanja kementerian.
Pengadaan kompor listrik mendapat alokasi Rp815,56 miliar. Namun, jumlah unit yang nantinya akan diterima masyarakat belum dijelaskan secara rinci. Keterangan mengenai mekanisme penyaluran, sasaran penerima, dan cakupan wilayah juga belum dipaparkan dalam materi yang disampaikan pada rapat kerja tersebut.
Kompor listrik merupakan perangkat rumah tangga yang menggunakan energi listrik untuk memasak. Penganggarannya menempatkan program ini sebagai salah satu bagian dari agenda energi sektor rumah tangga. Besaran dana yang disiapkan mengindikasikan program tersebut menjadi komponen cukup besar dalam rencana belanja baru Kementerian ESDM untuk 2027.
Konversi Motor Listrik Ditargetkan 63 Ribu Unit
Selain kompor listrik, pemerintah menyiapkan Rp635,28 miliar bagi program konversi motor listrik. Anggaran itu ditujukan untuk 63 ribu unit kendaraan.
Program konversi memungkinkan sepeda motor berbahan bakar bensin diubah menjadi motor penggerak listrik. Target puluhan ribu unit tersebut menempatkan konversi sebagai salah satu instrumen yang kembali dipersiapkan dalam pengembangan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Pelaksanaan program ini akan berkaitan dengan kesiapan bengkel atau pelaksana konversi, pemenuhan standar keselamatan, hingga akses masyarakat terhadap layanan yang tersedia. Bagi pemilik motor, informasi mengenai persyaratan kendaraan, proses pengerjaan, dan lokasi layanan akan menjadi aspek penting saat program dijalankan.
Bantuan Pasang Baru Listrik Diperluas
Anggaran 2027 juga memuat peningkatan jumlah penerima Bantuan Pasang Baru Listrik atau BPBL. Kuota penerima ditetapkan menjadi 400 ribu rumah tangga, lebih tinggi dari target tahun ini yang berjumlah 220 ribu rumah tangga.
“Tadinya (tahun ini) hanya 220 ribu rumah tangga, kami naikkan menjadi 400 ribu rumah tangga,” ujarnya.
Penambahan kuota BPBL berarti jumlah rumah tangga yang menjadi sasaran program bertambah 180 ribu dibandingkan tahun ini. Program tersebut berkaitan dengan pemasangan sambungan listrik baru bagi rumah tangga penerima, sehingga perluasan cakupan menjadi salah satu elemen utama dalam penggunaan anggaran infrastruktur energi.
Di luar program yang secara langsung menyentuh rumah tangga, anggaran strategis Kementerian ESDM juga diarahkan untuk pembangunan pipa, jaringan gas, dan elektrifikasi desa. Infrastruktur tersebut memiliki fungsi berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan akses serta penyaluran energi.
Fokus Belanja pada Infrastruktur dan Layanan Energi
Dengan Rp22,51 triliun dialokasikan ke program strategis dan infrastruktur, agenda pembangunan fisik menjadi pusat dari belanja Kementerian ESDM pada 2027. Pipa dan jaringan gas berhubungan dengan distribusi energi gas, sedangkan listrik desa dan BPBL berkaitan dengan perluasan akses listrik di tingkat masyarakat.
Rencana pengadaan kompor listrik serta konversi motor listrik melengkapi fokus tersebut melalui program yang menyasar penggunaan energi pada aktivitas sehari-hari. Rincian lebih lanjut mengenai pelaksanaan, penerima manfaat, dan tahapan penyaluran akan menentukan bagaimana alokasi anggaran tersebut diterapkan.
Total anggaran Rp27,37 triliun untuk 2027 menjadi dasar pembiayaan berbagai agenda Kementerian ESDM, dari pembangunan jaringan energi hingga program rumah tangga dan transportasi. Kenaikan dibandingkan pagu tahun ini membuka ruang lebih besar bagi perluasan program strategis yang telah disiapkan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Anggaran ESDM 2027 Capai Rp 27 37?Anggaran ESDM 2027 Capai Rp 27 37 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Anggaran ESDM 2027 Capai Rp 27 37 matter?Anggaran ESDM 2027 Capai Rp 27 37 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.