Akselerasi PLTS Diakomodasi RUEN Baru, Tapi Bukan 100 GW
RUEN 2026–2035: Percepatan Surya 100 GWp dan Mekanisme Akselerasi Energi
Wartanaya.com – Dokumen perencanaan energi nasional untuk dekade 2026–2035 dijadwalkan rampung pada Oktober mendatang. Salah satu agenda utamanya adalah akselerasi PLTS diakomodasi RUEN baru dalam bentuk target kapasitas puncak 100 gigawatt-peak (GWp). Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menegaskan bahwa dokumen sepuluh tahun tersebut akan dievaluasi ulang setiap lima tahun agar tetap relevan dengan dinamika sektor energi domestik maupun global. Dengan demikian, setiap penyesuaian target—baik percepatan maupun revisi—dapat dilakukan tanpa menunggu siklus perencanaan berikutnya.
Distingsi Teknis: 100 GWp Bukan 100 GW
Angka yang akan tertuang dalam dokumen RUEN adalah 100 gigawatt-peak, bukan 100 gigawatt sebagaimana pernah diucapkan Presiden Prabowo. Satya Widya Yudha menjelaskan bahwa aspirasi presiden untuk memenuhi kapasitas puncak tersebut paling lambat tahun 2029 merupakan bentuk akselerasi dari Kebijakan Energi Nasional (KEN), yang menjadi acuan utama penyusunan RUEN.
"Kalau Presiden dengan aspirasi untuk menggenjot sehingga PLTS 100 gigawatt-peak (GWp) itu diharapkan bisa dipenuhi sampai 2029, berarti akselerasi dari apa yang di dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN), sehingga itu nanti kami masukkan dalam RUEN."
Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi bertajuk "Mempercepat Dekarbonisasi Industri melalui Rencana Umum Energi Nasional" pada Kamis (27/8). Secara teknis, capaian 100 GWp mengimplikasikan penambahan kapasitas sekitar 30 GW dalam rentang tiga tahun. Hal ini terjadi karena beban puncak surya hanya berlangsung satu hingga dua jam pada siang hari, sehingga kapasitas terpasang harus jauh melampaui kebutuhan beban rata-rata untuk menutupi jam-jam puncak tersebut.
"100 gigawatt peak, di saat dia peak itu beban puncaknya mungkin satu sampai dua jam. Betul (sekitar 30 GW)."
Biodiesel B50 dan Logika Akselerasi
Di luar sektor surya, dokumen RUEN juga akan mengakomodasi percepatan program biodiesel yang kini telah mencapai formulasi B50, yakni campuran 50 persen solar dan 50 persen turunan minyak sawit. Mekanisme pencatatan akselerasi bekerja secara asimetris: apabila target yang dijalankan melampaui ambang KEN, selisihnya dicatat sebagai akselerasi langsung dalam RUEN. Sebaliknya, pengurangan target menuntut revisi KEN terlebih dahulu sebelum dokumen turunan dapat disesuaikan.
"Kalau mengurangi, otomatis KEN-nya harus diubah dulu. Tapi kalau yang dijalankan lebih dari target KEN, itu berarti kita masukkan sebagai akselerasi."
Kesenjangan Bauran EBT dan Proyeksi Permintaan
Hingga akhir 2025, kontribusi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional baru menyentuh kisaran 13–14 persen. Angka itu jauh di bawah target 23 persen yang ditetapkan RUEN lama (diterbitkan 2017, cakupan perencanaan hingga 2050). Satya menilai melesetnya target tersebut menuntut perencanaan yang memperhitungkan proyeksi permintaan EBT ke depan, bukan sekadar sisi pasokan.
"Supply dan demand harus seimbang."
Pemerintah dinilai perlu menyerap masukan industri terkait kebutuhan energi mereka secara langsung. Di sisi lain, target pertumbuhan ekonomi 8 persen berpotensi menciptakan lonjakan permintaan sekaligus menjadi pendorong percepatan pasokan EBT. Untuk pengembangan PLTS 100 GWp, pemerintah telah mengidentifikasi pusat-pusat data sebagai sumber permintaan yang potensial karena kebutuhan listriknya bersifat kontinu dan dapat diprediksi.
Proses Penyusunan dan Peran DEN
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah melaksanakan konsultasi publik dalam tahap penyusunan RUEN. Setelah proses tersebut rampung, kewenangan penetapan dokumen berada di tangan DEN sebagai lembaga pengawas tertinggi kebijakan energi nasional.
"Harapannya, pada Oktober kita sudah punya RUEN yang baru."
FAQ: Pertanyaan Umum tentang RUEN dan Target Surya
Apakah 100 GWp sama dengan 100 GW?
Tidak. GWp merujuk pada kapasitas puncak modul surya pada kondisi uji standar, sedangkan GW mengukur daya listrik aktual yang tersalurkan ke jaringan. Karena beban puncak surya hanya berlangsung satu hingga dua jam, capaian 100 GWp setara dengan penambahan sekitar 30 GW daya rata-rata ke sistem kelistrikan.
Kapan RUEN baru akan berlaku?
Dokumen dijadwalkan selesai pada Oktober 2025 dan akan berlaku untuk dekade 2026–2035. Setiap lima tahun, DEN akan mengevaluasi ulang target di dalamnya agar tetap selaras dengan perkembangan teknologi dan kondisi pasar energi.
Bagaimana mekanisme akselerasi bekerja?
Jika program yang dijalankan melampaui ambang KEN, selisihnya langsung dicatat sebagai akselerasi dalam RUEN tanpa perlu mengubah KEN. Namun, jika target hendak dikurangi, KEN harus direvisi terlebih dahulu sebelum dokumen turunan dapat disesuaikan.