WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemkab Pati dan AEON Indonesia Bakal Buka Akses Pasar untuk UMKM Perikanan

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By Matthew Smith - wartanaya.com

Foto : Matthew Smith - wartanaya.com

UMKM Perikanan Pati Didorong Menembus Rantai Distribusi Ritel Nasional

Wartanaya.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berkolaborasi dengan Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar Kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Pengembangan Kemitraan Usaha Kecil dengan Usaha Menengah dan Besar pada Kamis (27/8). Acara ini mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor perikanan lokal dengan calon mitra korporasi besar, di antaranya PT Perikanan Indonesia serta AEON Indonesia.

Produk Unggulan Siap Masuk Jaringan Modern

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa sejumlah komoditas perikanan khas daerah—meliputi udang, lele, nila, dan nila salin—memiliki peluang nyata untuk didistribusikan melalui kanal ritel berskala nasional. Ia menekankan bahwa kerja sama dengan korporasi besar harus diarahkan pada perluasan jangkauan pasar, bukan sekadar formalitas.

"Kemitraan dengan perusahaan besar harus diarahkan untuk membuka pasar yang lebih luas bagi produk perikanan Pati. Kalau kerja sama ini berkembang, maka dapat menjadi percontohan bagi pasar modern yang lain untuk menggandeng produk-produk unggulan dari Kabupaten Pati," kata Chandra dikutip dari Antara (27/8).

Ia menambahkan bahwa peningkatan volume produksi harus berjalan beriringan dengan perluasan akses distribusi agar nilai ekonomi produk UMKM perikanan dapat terangkat secara signifikan.

Tantangan Biaya Produksi dan Standar Mitra

Chandra mengakui bahwa potensi pengolahan hasil perikanan di Pati masih jauh dari optimal. Salah satu hambatan utama adalah tingginya biaya produksi yang menekan margin keuntungan. Khusus untuk budidaya nila salin, harga pakan yang mahal membuat Harga Pokok Penjualan (HPP) menjadi tidak menguntungkan. Kondisi serupa juga dialami pembudidaya lele dan bandeng.

"Untuk nila salin, harga pakan yang tinggi menjadi kendala karena Harga Pokok Penjualan (HPP)-nya tidak menguntungkan. Hal yang sama juga terjadi pada budi daya lele dan bandeng," ujar Chandra.

Oleh karena itu, pelaku UMKM juga memerlukan dukungan dalam hal pembiayaan, tata kelola keuangan, serta pelatihan teknis agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh mitra korporasi.

Apresiasi dan Arahan dari Kementerian UMKM

Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Yogia Prihartiny, menyambut positif sinergi antara Pemkab Pati, perangkat daerah terkait, dan pihak perusahaan dalam mempertemukan UMKM dengan calon mitra. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Chandra ke Kementerian UMKM.

"Pelaku UMKM harus menjaga etika, kualitas, dan kuantitas produk ketika bekerja sama dengan mitra perusahaan besar," ujarnya.

Langkah Selanjutnya

Ke depan, Pemkab Pati bersama Kementerian UMKM berkomitmen memperkuat kemitraan antara UMKM perikanan dan korporasi besar, termasuk PT Perikanan Indonesia dan AEON Indonesia. Pelaku usaha didorong untuk terus meningkatkan kapasitas bisnis, mutu serta volume produk, manajemen pembiayaan, dan kepatuhan terhadap standar mitra.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta narasumber dari PT Perikanan Indonesia dan PT AEON Indonesia. Peserta yang mengikuti acara merupakan pelaku UMKM sektor perikanan di Kabupaten Pati.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemkab Pati dan AEON Indonesia Bakal?

Pemkab Pati dan AEON Indonesia Bakal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkab Pati dan AEON Indonesia Bakal matter?

Pemkab Pati dan AEON Indonesia Bakal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.