WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bogor Siapkan 6 Stasiun Kereta Baru, Parung Panjang-Jasinga Jadi Prioritas

Published Agustus 24, 2026 · Updated Agustus 24, 2026 · By Elizabeth Anderson - wartanaya.com

Foto : Elizabeth Anderson - wartanaya.com

Bogor Siapkan 6 Stasiun Kereta: Proyek Parung Panjang–Jasinga Masuk Prioritas

Wartanaya.com – Kabupaten Bogor tengah menyusun rencana pembangunan enam stasiun kereta api baru di wilayah baratnya. Inisiatif yang secara ringkas disebut Bogor Siapkan 6 Stasiun Kereta ini mencakup trase sepanjang kurang lebih 27,26 kilometer yang menghubungkan Parung Panjang dengan Jasinga, sekaligus menyambungkan ke satu stasiun yang sudah beroperasi di Parung Panjang. Proyek tersebut menjadi prioritas utama dalam peta transportasi daerah untuk beberapa tahun ke depan.

Arahan Bupati dan Tujuan Konektivitas

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa pembangunan jalur rel ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk mewujudkan sistem transportasi yang saling terhubung dan menjangkau seluruh wilayah kabupaten.

"Pengembangan transportasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antar-wilayah. Jadi bukan hanya di Puncak, tetapi juga bagaimana wilayah Bogor Barat memiliki dukungan transportasi massal melalui rencana kereta Tenjo-Jasinga."

Pernyataan tersebut disampaikan Ajat di Cibinong pada Minggu (23/8).

Hasil Kajian Bapperida 2025

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor telah menyelesaikan kajian awal pada tahun 2025. Dari evaluasi terhadap 15 kriteria yang mencakup dimensi teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan, trase Parung Panjang–Jasinga dinilai lebih layak untuk dikembangkan dibandingkan alternatif lain yang dipertimbangkan.

Secara teknis, jalur ini dirancang dengan konstruksi at grade menggunakan rel berat (heavy rail). Proyeksi waktu tempuh satu perjalanan sekitar 24 menit, didukung infrastruktur berupa enam perlintasan sebidang dan 17 jembatan. Estimasi biaya operasional per penumpang berada pada kisaran Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

Alternatif Trase dan Fungsi Ekonomi

Dokumen rencana pengembangan infrastruktur transportasi berbasis rel milik Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor juga memuat opsi trase Tenjo–Jasinga sepanjang 18,6 kilometer dengan tiga titik stasiun. Sementara itu, alternatif Parung Panjang–Jasinga tercatat sepanjang sekitar 26,5 kilometer, melewati Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, dan Tenjo dengan enam titik pemberhentian.

Ajat menegaskan bahwa pengembangan transportasi di sisi barat tidak semata-mata bertujuan mengurai kemacetan, melainkan juga membuka aksesibilitas dan memicu terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia menekankan bahwa program Bogor Siapkan 6 Stasiun Kereta harus dibaca sebagai instrumen tata ruang, bukan sekadar proyek infrastruktur tunggal.

"Prinsipnya, kita ingin transportasi menjadi bagian dari pengembangan wilayah. Ketika konektivitasnya semakin baik, mobilitas masyarakat meningkat, pusat-pusat ekonomi baru tumbuh dan manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata."

Jalur kereta ini diarahkan untuk melayani pergerakan komuter sekaligus berfungsi sebagai pengumpan penumpang menuju jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek melalui Stasiun Parung Panjang. Dalam kerangka tata ruang, Parung Panjang diposisikan sebagai pusat pelayanan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), sedangkan Tenjo diarahkan untuk pengembangan stasiun barang serta penguatan konektivitas jaringan antarkota dan perkotaan.

Tahapan Implementasi dan Kajian Lanjutan

Ajat menekankan bahwa rencana ini masih memerlukan kajian komprehensif yang meliputi penentuan trase, kapasitas, aspek keselamatan, tata ruang, kebutuhan lahan, dampak lingkungan, integrasi antar-moda, hingga kelayakan investasi. Dokumen Dishub Kabupaten Bogor membagi proses pengembangan ke dalam empat tahapan: pra-studi kelayakan dan konsultasi publik; studi kelayakan komprehensif, AMDAL, desain awal, detail engineering design (DED), pembebasan lahan, dan penetapan skema pendanaan; konstruksi fisik serta pengadaan sarana kereta; dan uji coba terbatas hingga operasional penuh.

"Semua harus dikaji secara komprehensif. Arahan bupati adalah bagaimana kita menyiapkan transportasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan Kabupaten Bogor ke depan."

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan proyek Bogor Siapkan 6 Stasiun Kereta ini direncanakan mulai beroperasi? Hingga saat ini proyek masih berada pada tahap kajian awal. Belum ada jadwal pasti konstruksi fisik karena seluruh aspek teknis, lingkungan, dan pendanaan masih dalam proses evaluasi oleh Bapperida dan Dishub Kabupaten Bogor.

Berapa estimasi biaya per penumpang yang diproyeksikan? Berdasarkan kajian awal Bapperida Kabupaten Bogor tahun 2025, estimasi biaya operasional per penumpang berada pada kisaran Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per perjalanan.

Apa perbedaan antara trase Parung Panjang–Jasinga dan Tenjo–Jasinga? Trase Parung Panjang–Jasinga sepanjang sekitar 26,5–27,26 kilometer dengan enam titik stasiun dinilai lebih layak secara teknis dan ekonomi. Trase Tenjo–Jasinga sepanjang 18,6 kilometer dengan tiga titik stasiun menjadi alternatif yang juga dipertimbangkan dalam dokumen Dishub, namun belum menjadi prioritas utama.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bogor Siapkan 6 Stasiun Kereta Baru?

Bogor Siapkan 6 Stasiun Kereta Baru is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bogor Siapkan 6 Stasiun Kereta Baru matter?

Bogor Siapkan 6 Stasiun Kereta Baru matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.