WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

PGE (PGEO) Kebut Bisnis Panas Bumi, Garap 3 Proyek di Sumatra-Sulawesi

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Elizabeth Anderson - wartanaya.com

Foto : Elizabeth Anderson - wartanaya.com

PGE Percepat Ekspansi Panas Bumi: Tiga Proyek Baru di Sumatra dan Sulawesi

Wartanaya.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE resmi mengakselerasi rencana ekspansi sektor panas bumi melalui tiga agenda strategis yang diumumkan dalam gelaran The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, 19–21 Agustus di Jakarta. Perusahaan pelat merah tersebut menilai langkah ini sebagai tonggak krusial bagi penguatan posisi nasional sekaligus konsolidasi ambisi menjadi operator panas bumi berkelas dunia.

Dua LoI untuk Pembangkit Bottoming Unit

Pada hari pertama konferensi, PGE bersama PT PLN (Persero) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menandatangani dua letter of intent (LoI) yang mengikat komitmen pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berbasis teknologi binary atau bottoming cycle. Mekanisme ini memanfaatkan panas sisa dari operasi pembangkit eksisting untuk menghasilkan listrik tambahan.

Proyek pertama adalah PLTP Ulubelu Bottoming Unit (BU) di Lampung dengan kapasitas terpasang 30 megawatt (MW). Proyek kedua adalah PLTP Lahendong BU di Sulawesi Utara, berkapasitas 15 MW. Keduanya akan dijalankan melalui skema perusahaan patungan antara PGE dan PLN IP.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PGE Ahmad Yani, Direktur Utama PLN IP Bernardus Sudarmanta, serta Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Hadir sebagai saksi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

"Kami menyambut penandatanganan LoI ini dengan penuh optimisme. PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara," ungkap Ahmad Yani dalam keterangannya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip pada Minggu (23/8).

Ahmad Yani menambahkan bahwa tambahan unit yang dikembangkan bersama PLN IP akan memperkuat pasokan listrik bersih dan andal bagi masyarakat, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Jejak Tarif dan Target COD 2028

Sebelum LoI ditandatangani, konsorsium PGE–PLN IP telah menyepakati tarif listrik dengan PLN sebagai offtaker. Kesepakatan tarif untuk PLTP Ulubelu BU tercapai pada Desember 2025, sementara PLTP Lahendong BU disepakati pada April 2026.

Setelah tahap LoI, kedua proyek akan melangkah ke pembentukan perusahaan patungan, penyusunan power purchase agreement (PPA), serta proses engineering, procurement, construction and commissioning (EPCC). Target commercial operation date (COD) untuk kedua pembangkit ditetapkan pada tahun 2028.

Mandat Eksplorasi Cubadak Panti

Di samping optimalisasi aset eksisting, PGE juga menerima mandat eksplorasi potensi panas bumi baru di wilayah Cubadak Panti, yang mencakup Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Penugasan tersebut diberikan melalui Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) Panas Bumi.

SK tersebut diserahkan langsung oleh Bahlil Lahadalia kepada Ahmad Yani, dengan disaksikan Eniya Listiani Dewi dan Simon Aloysius Mantiri. Tahap ini menjadi gerbang awal bagi PGE untuk mengidentifikasi serta membuktikan keberadaan sumber panas bumi di kawasan tersebut.

Sebelumnya, PGE menempati peringkat pertama dalam proses seleksi kompetitif yang diselenggarakan Kementerian ESDM dengan skor 87,01.

Area PSPE Cubadak Panti membentang sekitar 29.897 hektare. Berdasarkan data awal, wilayah itu diperkirakan menyimpan potensi cadangan panas bumi sebesar 77 megawatts electric (MWe). Apabila potensi tersebut terbukti melalui proses eksplorasi, kapasitasnya diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40 ribu rumah tangga.

"Penugasan ini sejalan dengan komitmen PGE mendukung target Net Zero Emission 2060," ujar Ahmad Yani mengapresiasi kepercayaan pemerintah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is PGE PGEO Kebut Bisnis Panas Bumi?

PGE PGEO Kebut Bisnis Panas Bumi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PGE PGEO Kebut Bisnis Panas Bumi matter?

PGE PGEO Kebut Bisnis Panas Bumi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.