WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kala Pasar Berfluktuasi, ke Mana Sebaiknya Investor Taruh Dana Aman?

Published Agustus 18, 2026 · Updated Agustus 18, 2026 · By Patricia Thomas - wartanaya.com

Foto : Patricia Thomas - wartanaya.com

Strategi Menavigasi Volatilitas Pasar Melalui Wealth Management

Dari Orientasi Produk ke Orientasi Nasabah

Wartanaya.com – Mirae Asset Sekuritas Indonesia tengah menggeser paradigma bisnisnya dari sekadar menjual instrumen investasi menuju pendekatan yang menempatkan kebutuhan nasabah sebagai titik awal. Tomi Taufan, Direktur Pasar Modal perusahaan tersebut, menegaskan bahwa pengelolaan kekayaan modern tidak lagi cukup dengan sekadar menawarkan katalog produk. Penyedia layanan wajib memahami karakter, preferensi, serta profil risiko setiap klien sebelum menyusun rekomendasi.

"Wealth management tidak lagi hanya berbicara mengenai produk apa yang tersedia, tetapi dimulai dari memahami kebutuhan nasabah, kemudian menghadirkan solusi yang sesuai, kami mendorong perubahan dari pendekatan product-centric menjadi client-centric."

Pendekatan ini dirancang agar setiap nasabah memperoleh strategi pengelolaan kekayaan yang komprehensif dan selaras dengan tujuan finansialnya. Bagi Mirae Asset, langkah tersebut sekaligus menjadi fondasi untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan klien.

Merespons Ketidakpastian Pasar

Di saat pergerakan harga masih bergejolak, Tomi mengingatkan agar investor tidak memaksakan diri masuk ke instrumen tertentu tanpa kepastian. Ia menekankan pentingnya membaca momentum pasar sebelum mengambil keputusan alokasi dana.

"Tapi sekarang ya mestinya lebih banyak ingetin ke nasabah. Kalau saatnya masuk ya masuk, saatnya enggak masuk ya jangan. Jangan dipaksakan (masuk ke sebuah investasi)."

Pernyataan itu disampaikan Tomi seusai acara Media Day–August 2026: Turning Market Momentum Into Long-Term Wealth yang digelar di Jakarta pada Selasa (18/8). Dalam konteks volatilitas yang masih tinggi, ia merekomendasikan instrumen pasar uang sebagai tempat parkir dana sementara bagi investor yang belum siap mengambil risiko lebih besar.

Diversifikasi dan Pemilihan Instrumen

Secara umum, Tomi menyebut saham dan reksa dana tetap menjadi opsi yang layak dipertimbangkan. Namun, ia mengingatkan agar investor tidak bersikap terlalu agresif tanpa memahami fundamental emiten. Untuk reksa dana, tingkat keamanan sangat bergantung pada jenis produk—mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham.

"Ya most likely mendingan money market dulu aja. Jadi aman enggaknya sesuaikan tergantung situasi dan kondisi sih menurut aku. Itu aja. Tapi kalau masih traditional brokerage."

Ia juga menekankan pentingnya membangun portofolio yang terdiversifikasi, bukan menumpuk seluruh dana pada satu produk tertentu.

"Jangan konsentrasi ke sesuatu produk tertentu, jadi more ke portfolio building."

Investasi Teknologi dan Transformasi Bisnis

Untuk memperkuat kapabilitas layanan, Mirae Asset mengalokasikan sekitar Rp 100 miliar dalam rentang tiga tahun ke depan guna mengembangkan infrastruktur teknologi. Pengembangan tersebut mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta penguatan peran relationship manager (RM) dalam memberikan rekomendasi yang lebih presisi sesuai kebutuhan klien.

"Kami memang sedang transformasi dari bisnis broker tradisional ke bisnis wealth management supaya bisa memberikan layanan yang terbaik ke masyarakat dan kontribusi yang lebih baik kepada industri."

Skala Operasional dan Segmentasi Layanan

Mirae Asset Sekuritas Indonesia merupakan bagian dari Mirae Asset Financial Group, konglomerasi jasa keuangan non-bank global dengan dana kelolaan sekitar US$ 803 miliar (setara Rp 13.537 triliun) per akhir 2025. Ke depan, layanan wealth management perusahaan akan menjangkau berbagai segmen: investor retail mass dilayani melalui kanal digital, sementara kelompok mass affluent diarahkan kepada RM khusus. Pertumbuhan kelas menengah dan mass affluent di Indonesia dinilai membuka ruang pasar yang signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengelola keuangan dan mengembangkan aset secara lebih terencana.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kala Pasar Berfluktuasi ke Mana Sebaiknya?

Kala Pasar Berfluktuasi ke Mana Sebaiknya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kala Pasar Berfluktuasi ke Mana Sebaiknya matter?

Kala Pasar Berfluktuasi ke Mana Sebaiknya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.