WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Antrean Jual Saham GOTO Mengular, Tembus 419 Juta Lot

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Matthew Smith - wartanaya.com

Foto : Matthew Smith - wartanaya.com

Antrean Jual Saham GOTO Mengular: 419 Juta Lot Menumpuk di Lantai Harga

Wartanaya.com – Antrean jual saham GOTO mengular hingga menyentuh angka 419,22 juta lot pada perdagangan intraday Kamis (20/8) pukul 14.17 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, hanya 8,67 juta lot yang berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp 433,48 juta, sementara kapitalisasi pasar emiten bertahan di Rp 57,03 triliun. Fenomena antrean jual saham GOTO mengular ini bukan sekadar angka di layar bursa—ia mencerminkan tekanan jual berkepanjangan dan minimnya minat beli di level harga terendah.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah terpaku di Rp 50 per lembar selama berbulan-bulan. Secara year to date, koreksi harga mencapai 21,88%, menjadikan emiten ini salah satu yang paling tertekan di papan Bursa Efek Indonesia.

Dampak Pencabutan dari Indeks MSCI

Tekanan jual memburuk setelah MSCI mengumumkan pencabutan GOTO dari MSCI Global Standard Indexes pada periode Agustus 2026. Dalam keterangannya, MSCI menyebut likuiditas saham yang sangat rendah berpotensi menghambat kemampuan investor mereplikasi kinerja indeks. Sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026, GOTO diperdagangkan pada harga minimum Rp 50, dan MSCI secara resmi menghapus emiten ini dari MSCI Indonesia Investable Market Index dengan menetapkan harga sistem terendah 0,00001 mata uang harga saham sebagai dasar perhitungan.

Wilbert Arifin, Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, memperkirakan dana pasif yang akan keluar mencapai sekitar Rp 1 triliun apabila pencabutan terealisasi. Angka tersebut setara sekitar 20 miliar lembar saham atau kurang lebih 2% dari total kepemilikan asing. Kapitalisasi pasar indeks MSCI Indonesia berpotensi menyusut hingga 6% akibat langkah ini.

Fundamental Keuangan Semester I-2026: Sinyal Pemulihan

Di balik tekanan harga yang membuat antrean jual saham GOTO mengular terus berlanjut, fundamental keuangan perseroan justru menunjukkan pembalikan signifikan. Hingga semester pertama 2026, GOTO membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 607,49 miliar—pembalikan dari posisi rugi Rp 580,01 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, atau lonjakan sekitar 204,7% secara year on year. Pendapatan turut melonjak 28,4% YoY, dari Rp 8,55 triliun menjadi Rp 10,9 triliun.

Kinerja Segmen Gojek dan GoPay

Segmen on-demand services (Gojek) membukukan EBITDA disesuaikan Rp 464 miliar, naik 41% YoY, ditopang pendapatan bersih Rp 3,6 triliun. Jumlah pesanan yang diselesaikan tumbuh 3% YoY dan 8% quarter on quarter, sementara GTV naik 2% YoY menjadi Rp 16,7 triliun. Margin delivery membaik menjadi 2,1% dari 1,8%, dan margin mobility melonjak menjadi 5,0% dari 3,0%. Pelanggan berkategori pengeluaran sangat tinggi naik 21% dibandingkan tahun sebelumnya.

GoPay mencatat pertumbuhan paling mencolok: EBITDA disesuaikan melonjak 447% secara tahunan menjadi Rp 481 miliar, dengan pendapatan bersih meningkat 53% YoY menembus lebih dari Rp 2,0 triliun. Perseroan menegaskan komitmennya meningkatkan margin menjelang pemberlakuan aturan komisi 8% yang baru, sekaligus menggeser fokus ke produk terjangkau dengan frekuensi penggunaan tinggi.

Antrean jual saham GOTO mengular bukan hanya cerminan sentimen pasar jangka pendek, tetapi juga indikator struktural: selama likuiditas tetap tertekan dan indeks global belum mengakomodasi kembali emiten ini, tekanan jual di lantai harga sulit mereda dalam waktu dekat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Antrean Jual Saham GOTO

Apakah antrean jual saham GOTO mengular berarti harga akan terus turun? Belum tentu. Antrean jual yang menumpuk di harga minimum menunjukkan ketimpangan antara penawaran dan permintaan pada level tersebut. Selama tidak ada katalis positif—seperti pemulihan likuiditas atau

Related Reading