Cegah Korban Jiwa Bertambah BNPB Beri Imbauan untuk Relawan Karhutla
Wartanaya.com – Cegah Korban Jiwa Bertambah BNPB mengeluarkan sejumlah imbauan bagi relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta mencegah bertambahnya korban di kalangan relawan pemadam kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah adanya korban relawan dalam penanganan kebakaran di kawasan Gunung Bromo. BNPB menekankan bahwa upaya pemadaman harus dilakukan dengan koordinasi, kesiapan personel, serta perlengkapan keselamatan yang memadai.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan relawan yang hendak terlibat dalam pemadaman karhutla perlu terlebih dahulu berkoordinasi dengan pos komando. Koordinasi ini penting agar pengerahan personel berjalan sesuai kebutuhan operasi di lapangan.
Enam Imbauan BNPB bagi Relawan Pemadam Karhutla
Dalam upaya cegah korban jiwa bertambah, BNPB meminta relawan memastikan keterlibatan mereka berada dalam koordinasi pos komando. Relawan juga perlu meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD melakukan supervisi terhadap koordinasi dan pelaksanaan pemadaman di wilayah masing-masing.
Imbauan berikutnya adalah menempatkan petugas keselamatan atau safety officer dalam operasi pemadaman. Petugas ini berperan memantau kondisi lapangan, mengingatkan bahaya yang mungkin muncul, serta membantu memastikan setiap relawan menjalankan prosedur keselamatan.
BNPB juga menekankan pentingnya pengarahan atau briefing sebelum operasi dimulai. Pengarahan diperlukan agar relawan memahami situasi medan, pembagian tugas, potensi risiko, jalur aman, dan langkah yang harus dilakukan ketika kondisi berubah. Evaluasi setelah operasi juga dibutuhkan untuk mengetahui tindak lanjut yang perlu dilakukan.
"Agar tahu apa yang perlu ditindaklanjuti," kata Berton dalam konferensi pers, Jumat (23/10).
Selain itu, pengerahan relawan harus disesuaikan dengan durasi rencana operasi yang telah ditetapkan oleh pos komando. Pengaturan waktu bertugas menjadi penting karena pemadaman karhutla dapat berlangsung dalam kondisi panas, berasap, dan menguras tenaga. Relawan yang turun juga perlu memiliki pengetahuan serta teknik memadamkan api secara aman.
Perlengkapan Keselamatan dan Kondisi Fisik Relawan
Untuk cegah korban jiwa bertambah BNPB turut meminta relawan menggunakan alat pelindung diri secara lengkap. Perlengkapan yang diperlukan antara lain helm keselamatan, kacamata pelindung, sarung tangan, sepatu tahan panas, dan masker. Penggunaan alat pelindung diri membantu mengurangi paparan asap, panas, debu, maupun risiko cedera saat berada di lokasi kebakaran.
Kondisi fisik relawan juga menjadi perhatian. Relawan tidak boleh memaksakan diri ketika sudah kelelahan selama menjalankan pemadaman. Istirahat yang cukup dan minum secukupnya perlu dilakukan agar tubuh tetap terjaga saat bekerja di lingkungan yang berat.
"Apabila sudah kelelahan beristirahat atau minum secukupnya," kata Berton.
Imbauan cegah korban jiwa bertambah BNPB ini menjadi respons atas gugurnya relawan pemadam di kawasan Gunung Bromo. Relawan bernama Suraji, 44 tahun, meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo pada Jumat (23/10).
Dengan meninggalnya Suraji, jumlah relawan Bromo yang gugur menjadi enam orang. Lima relawan yang sebelumnya gugur adalah Soekaris, Hendra Roni Wiwagi Yanta, Sefria Alfri Ansya, Agus Prayitno, dan Wisnu Yuda Pratama.
FAQ Keselamatan Relawan Karhutla
Mengapa relawan harus berkoordinasi dengan pos komando?
Koordinasi dengan pos komando membantu memastikan relawan memahami tugas, lokasi operasi, durasi pengerahan, dan prosedur keselamatan. Pos komando juga dapat mengatur kebutuhan personel agar pemadaman tidak dilakukan tanpa pengawasan.
Apa saja alat pelindung diri yang perlu digunakan relawan?
BNPB meminta relawan menggunakan perlengkapan seperti helm keselamatan, kacamata pelindung, sarung tangan, sepatu tahan panas, dan masker. Perlengkapan ini diperlukan untuk membantu melindungi relawan dari panas, asap, dan risiko cedera di lokasi kebakaran.
Apa yang harus dilakukan relawan ketika mulai kelelahan?
Relawan perlu berhenti sejenak untuk beristirahat dan minum secukupnya. Kondisi fisik yang menurun dapat meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga keselamatan personel harus menjadi bagian utama dari setiap operasi pemadaman karhutla.

