Nasional

Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran di Tugu Tani: Bencana Karhutla Jadi Sorotan Utama

2026_10_20-17_34_00_44153170-cc7c-11f1-a46b-0242ac120005_960x640_thumb

Aksi 2 Tahun Prabowo Gibran di Tugu Tani Soroti Krisis Karhutla

Wartanaya.com – Aksi 2 Tahun Prabowo Gibran di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10), diwarnai sorotan terhadap krisis kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. Aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa hadir untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan isu lingkungan sebagai salah satu perhatian utama.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan poster dan spanduk yang mengkritik penanganan kebakaran hutan. Sejumlah pesan yang dibawa antara lain, “Menyala Hutanku, Ke Mana Pemerintahku?”, “Beresin Asap Segera, Ini Bukan Warna Sunset”, serta “Ini Bukan Bencana Alam, Ini Bencana Kebijakan”.

Peserta juga memasang spanduk bertuliskan, “Mimpiku Nggak Muluk-muluk: Bisa Bernapas Lega, Hutanku Terjaga”. Pesan-pesan itu mencerminkan tuntutan agar pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap dampak Karhutla bagi lingkungan dan masyarakat.

Komite Sadar Kritik Penanganan Kebakaran Hutan

Massa yang tergabung dalam Komite Sadar atau Seruan Kedaulatan Rakyat menilai masih terdapat persoalan dalam penanganan kejahatan lingkungan. Mereka menuding pemerintah tidak cukup tegas terhadap korporasi yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan.

Bagi para demonstran, Karhutla tidak dapat dipandang semata sebagai peristiwa alam. Mereka menilai kebakaran yang berulang berkaitan dengan kebijakan, pengawasan, serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Salah seorang peserta dari BEM IPB University, Rizki Maulana, mengatakan Karhutla di Kalimantan telah menimbulkan ancaman yang lebih luas. Menurut dia, dampak kebakaran hutan tidak hanya dirasakan warga di sekitar lokasi, tetapi juga berpengaruh terhadap ekosistem dan masyarakat secara umum.

“Hutan Kalimantan bukan cuma milik Indonesia, tapi paru-paru bumi. Bahkan masyarakat yang paling ‘buta politik’ pun merasakan dampak negatif dari Karhutla ini,” kata Rizki di lokasi aksi.

Rizki menilai bencana tersebut terus berulang karena adanya kedekatan korporasi dengan pemerintah yang, menurutnya, membuat penindakan tidak berjalan maksimal. Ia juga menyinggung tuntutan dari negara lain terkait persoalan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Mahasiswa Berkomitmen Mengawal Lima Isu

Dalam Aksi 2 Tahun Prabowo Gibran, mahasiswa menyatakan tetap akan mengawal isu Karhutla bersama empat isu penting lainnya. Komitmen itu tetap disampaikan meski sebagian mahasiswa tengah menjalani masa ujian akademik.

Rizki menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib. Ia mengatakan mahasiswa tidak ingin menggunakan tindakan radikal dan akan merumuskan langkah berikutnya apabila tuntutan mereka belum mendapat respons dari pihak terkait.

“Kalau misalkan ini sampai malam pun tidak turun dari stakeholder-nya, kita juga sebagai mahasiswa tahu aturan dan tidak main radikal. Maka dari itu kita akan merumuskan kembali dan mengumpulkan massa lebih banyak lagi,” ujar Rizki.

Aksi di kawasan Tugu Tani berakhir pada pukul 18.30 WIB. Sebelum membubarkan diri secara teratur, massa memasang spanduk berisi tuntutan di atas monumen Tugu Tani.

FAQ Aksi 2 Tahun Prabowo Gibran

Apa isu utama dalam aksi di Tugu Tani?

Isu utama yang disoroti adalah krisis kebakaran hutan dan lahan, termasuk dampaknya terhadap lingkungan, kualitas udara, serta kehidupan masyarakat.

Siapa yang mengikuti aksi tersebut?

Aksi diikuti aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Sadar atau Seruan Kedaulatan Rakyat, termasuk peserta dari BEM IPB University.

Apa tuntutan demonstran terkait Karhutla?

Demonstran menuntut penanganan kebakaran hutan yang lebih serius dan tindakan tegas terhadap korporasi yang diduga melakukan pembakaran hutan.

Bagaimana aksi tersebut berakhir?

Massa mengakhiri aksi pada pukul 18.30 WIB setelah memasang spanduk tuntutan di monumen Tugu Tani, lalu membubarkan diri dengan tertib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *