Pertamina Siapkan Perpanjangan Hak Penamaan MotoGP Mandalika
Wartanaya.com – PT Pertamina (Persero) tengah mengupayakan kelanjutan hak penamaan pada penyelenggaraan MotoGP di Mandalika untuk musim berikutnya. Proses tersebut mencakup penggunaan nama Pertamina pada ajang balap serta Pertamina Mandalika International Circuit, yang selama ini menjadi lokasi Grand Prix Indonesia.
Kelanjutan kerja sama itu disampaikan VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, dalam konferensi pers Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika pada Sabtu, 10 Oktober. Pertamina melihat keterlibatan pada MotoGP sebagai bagian dari penguatan identitas perusahaan energi nasional di hadapan audiens internasional.
“Saat ini untuk naming rights even MotoGP sedang dalam proses kami, dan insya Allah tahun depan masih berlanjut,” kata Baron.
Hak penamaan memberi ruang bagi identitas Pertamina untuk hadir secara langsung dalam nama kompetisi, yakni Pertamina Grand Prix of Indonesia, dan pada nama sirkuit Mandalika. Kehadiran nama perusahaan di dua elemen utama tersebut membuat eksposur merek tidak terbatas pada aktivitas di dalam lintasan, tetapi juga melekat pada rangkaian komunikasi, penyebutan event, dan perhatian publik terhadap balapan.
Bagi Pertamina, langkah ini ditempatkan sebagai strategi pengenalan merek di pasar global. MotoGP merupakan kejuaraan dunia dengan keterlibatan penonton, tim, pembalap, dan mitra dari berbagai negara. Karena itu, penyelenggaraan seri Indonesia menjadi kesempatan untuk menampilkan posisi Pertamina sebagai perusahaan energi dari Indonesia dalam panggung olahraga internasional.
“Kita berharap dampaknya adalah bagaimana branding Pertamina sebagai industri energi nasional bisa menjadi branding global,” ujarnya.
Nama Pertamina Melekat pada Event dan Sirkuit
Dalam skema yang berjalan, nama Pertamina digunakan pada dua aset penting MotoGP Mandalika. Pertama adalah nama Grand Prix Indonesia. Kedua, nama Pertamina Mandalika International Circuit sebagai sirkuit yang menjadi tuan rumah perlombaan. Kombinasi ini menjadikan branding perusahaan terlihat sepanjang persiapan hingga pelaksanaan akhir pekan balap.
Perpanjangan naming rights masih berada dalam tahap proses. Belum ada rincian yang diumumkan mengenai durasi maupun ketentuan baru dari kelanjutan hak tersebut. Namun, pernyataan Pertamina menunjukkan keinginan perusahaan untuk mempertahankan keterkaitan dengan MotoGP Mandalika pada tahun depan.
Keterlibatan Pertamina di MotoGP juga tidak hanya berlangsung melalui ajang di Mandalika. Anak usaha pelumasnya, Pertamina Lubricants, menjadi sponsor tim VR46. Masa kontrak kemitraan dengan tim tersebut akan berakhir pada 2026, sehingga terdapat dua agenda kerja sama di ekosistem MotoGP yang sama-sama memasuki periode penting.
Hak penamaan event dan sponsor tim memiliki fungsi yang berbeda. Naming rights menempatkan merek pada identitas resmi perlombaan serta sirkuit, sedangkan kerja sama dengan VR46 berkaitan dengan eksposur melalui salah satu tim peserta. Keduanya menunjukkan keberadaan Pertamina dalam sisi penyelenggaraan dan kompetisi balap motor dunia.
Peluang MotoGP Indonesia Berlanjut hingga 2031
Prospek kelanjutan branding Pertamina sejalan dengan komitmen Dorna Sports untuk mempertahankan MotoGP di Indonesia setidaknya hingga 2031. Dorna Sports merupakan promotor MotoGP dan telah menyampaikan rencana tersebut di Sirkuit Mandalika pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Wakil CEO Dorna Sports Carlos Ezpeleta menyatakan bahwa Indonesia memiliki peran penting bagi pertumbuhan MotoGP. Nilai tersebut terkait dengan pasar Indonesia dan tingginya minat masyarakat terhadap balap motor. Bagi kejuaraan, keberadaan seri Indonesia berarti akses terhadap basis penggemar yang besar sekaligus pasar yang relevan untuk pengembangan MotoGP di kawasan.
Kerja sama penyelenggaraan MotoGP di Indonesia menggunakan pola kontrak lima tahun dengan pilihan tambahan lima tahun. Formula 5+5 itu membuka jalan bagi MotoGP untuk tetap hadir di Indonesia hingga 2031 apabila opsi perpanjangan dijalankan.
Rencana tersebut memberi konteks penting bagi pembahasan naming rights Pertamina. Jika kalender MotoGP Indonesia berlanjut dalam jangka lebih panjang, keberlanjutan identitas sponsor pada event dan sirkuit akan menjadi bagian dari penguatan konsistensi penyelenggaraan. Bagi penonton, kelanjutan ini juga berarti Mandalika berpeluang tetap menjadi tujuan tahunan balap motor kelas dunia dalam beberapa musim ke depan.
Nilai Strategis Bagi Mandalika dan Industri Balap
Pertamina Grand Prix of Indonesia telah menjadi nama resmi seri MotoGP yang berlangsung di Mandalika. Penamaan tersebut menghubungkan merek nasional, lokasi penyelenggaraan, dan kejuaraan dunia dalam satu identitas event. Pada saat yang sama, Pertamina Mandalika International Circuit menjadi penanda lokasi balapan yang dikenal oleh penggemar dan pelaku MotoGP.
Keberlanjutan ajang hingga 2031 masih bergantung pada pelaksanaan skema kerja sama yang telah dibicarakan. Meski demikian, format 5+5 memberikan gambaran bahwa peluang perpanjangan MotoGP Indonesia tidak hanya dipandang dalam horizon satu musim. Hal ini membuat proses perpanjangan hak penamaan Pertamina relevan bagi agenda jangka menengah ke depan.
Pengumuman mengenai finalisasi perpanjangan naming rights belum disampaikan. Untuk saat ini, Pertamina menyatakan prosesnya masih berjalan dan berharap nama perusahaan tetap menyertai MotoGP Mandalika pada tahun berikutnya. Bersamaan dengan itu, masa depan kemitraan Pertamina Lubricants dengan VR46 juga menjadi perhatian karena kontraknya berakhir pada 2026.
Dengan minat balap motor yang tinggi di Indonesia dan rencana Dorna Sports mempertahankan seri Mandalika sampai 2031, MotoGP tetap menjadi ruang penting bagi kehadiran merek Pertamina di tingkat global. Kelanjutan kerja sama akan menentukan apakah nama Pertamina terus tertera pada Grand Prix Indonesia dan sirkuit Mandalika dalam musim-musim mendatang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pertamina dalam Proses Perpanjang Naming Rights?
Pertamina dalam Proses Perpanjang Naming Rights is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pertamina dalam Proses Perpanjang Naming Rights matter?
Pertamina dalam Proses Perpanjang Naming Rights matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

