Skip to content
Energi

Harga Minyak Tembus US$ 100 per Barel Lagi, Perang AS-Iran dan Cina Jadi Pemicu

Michael Moore - wartanaya.com 3 mins read

Harga Minyak Tembus US 100 per barel kembali menjadi perhatian pasar global setelah minyak Brent naik melampaui level psikologis tersebut. Kenaikan terjadi

Harga Minyak Tembus US$ 100 per Barel Lagi, Perang AS-Iran dan Cina Jadi Pemicu

Harga Minyak Tembus US 100 per Barel, Pasar Energi Kian Tertekan

Wartanaya.com – Harga Minyak Tembus US 100 per barel kembali menjadi perhatian pasar global setelah minyak Brent naik melampaui level psikologis tersebut. Kenaikan terjadi saat konflik Amerika Serikat dan Iran mengganggu rute pengiriman energi, bersamaan dengan meningkatnya pembelian minyak mentah oleh Cina.

Pada pukul 15.39 WIB, Brent tercatat menguat 2,2% menjadi US$100,06 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI juga naik 1,8% ke US$94,71 per barel. Brent terakhir kali berada di atas US$100 per barel pada Juli 2026.

Sepanjang tahun berjalan, harga Brent telah meningkat lebih dari 60%. Setelah lonjakan singkat pada Juli, harga kontrak berjangka sempat berada di bawah US$100 selama lebih dari tiga bulan karena tambahan ekspor dari produsen di kawasan Teluk Persia membantu meredakan keketatan pasokan.

Gangguan Selat Hormuz Memicu Kekhawatiran

Harga Minyak Tembus US 100 per barel terutama dipengaruhi kekhawatiran atas keamanan pasokan dari Timur Tengah. Sebelum konflik Iran berlangsung, Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan minyak dan gas alam cair dunia, dengan sekitar seperlima volume global melewati kawasan tersebut.

Konflik menghambat pengiriman minyak melalui selat itu. Jutaan barel minyak masih melintas setiap hari, tetapi sebagian kapal tanker berlayar tanpa mengaktifkan sinyal pelacak. Risiko serangan tetap membayangi dan berpotensi menunda pengiriman selanjutnya.

Eskalasi terbaru terjadi setelah militer AS menghancurkan lima kapal tanker Iran. Tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas upaya serangan rudal balistik terhadap kapal perang Angkatan Laut AS pada malam sebelumnya.

“Fundamental produk minyak tetap bullish dengan persediaan dan cadangan global yang terus memburuk. Dalam pola yang umum terjadi, AS dan Iran terus melakukan serangan balasan serta mengeluarkan peringatan,” kata Managing Director bidang komoditas Bannockburn Capital Markets, Darrell Fletcher.

Pembelian Cina dan Stok Menipis

Cina kembali aktif membeli minyak mentah setelah sempat menahan pembelian pada awal konflik Timur Tengah. Sebagai salah satu pengimpor minyak terbesar di dunia, perubahan strategi pembelian Cina dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan global secara signifikan.

Permintaan tambahan tersebut muncul ketika persediaan minyak global terus menyusut. Perusahaan analitik Vortex memperkirakan minyak yang tersimpan di kapal-kapal di laut telah berkurang lebih dari 150 juta barel sejak pertengahan Juli.

Harga Minyak Tembus US 100 per barel juga berimbas pada produk olahan, khususnya solar atau diesel, yang kenaikannya lebih tajam. Tekanan pasokan bertambah karena konflik di Timur Tengah meluas ke Laut Merah dekat Arab Saudi, sementara perang Rusia-Ukraina masih berlangsung.

Ancaman pada Kilang Arab Saudi

Risiko pasokan turut datang dari Arab Saudi. Militan Houthi di Yaman terus menyerang fasilitas energi negara tersebut, termasuk kilang Jazan yang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 400.000 barel per hari.

Gangguan terhadap kilang dapat memperketat ketersediaan bahan bakar olahan. Saat pengiriman minyak mentah terganggu dan kapasitas pengolahan berada dalam ancaman, harga diesel dan bahan bakar lain berpotensi naik lebih cepat dibandingkan harga minyak mentah.

“Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan yang berkelanjutan dan merusak akibat eskalasi konflik antara AS dan Iran meningkat secara signifikan. Tekanan inflasi akan memengaruhi permintaan minyak, tetapi untuk saat ini pasokan belum mampu mengimbangi permintaan,” kata Analis PVM, Tamas Varga.

FAQ Harga Minyak Global

Apa yang membuat harga minyak naik di atas US$100 per barel?

Kenaikan dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik AS-Iran di sekitar Selat Hormuz, penurunan persediaan minyak global, serta kembalinya pembelian minyak mentah oleh Cina.

Apakah kenaikan harga minyak langsung menaikkan harga BBM di Indonesia?

Dampaknya tidak selalu langsung karena harga BBM domestik dipengaruhi kebijakan pemerintah, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, dan mekanisme penetapan harga. Namun, lonjakan harga minyak dunia dapat meningkatkan tekanan biaya energi dan logistik.

Mengapa harga diesel lebih rentan meningkat?

Diesel bergantung pada ketersediaan minyak mentah dan kapasitas kilang. Gangguan pengiriman maupun ancaman terhadap fasilitas pengolahan dapat membuat pasokan diesel lebih ketat dan mendorong kenaikan harganya.

Join the discussion