Skip to content
Industri

Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Tunda Ekspor-Impor via Soetta hingga Rp 2,9 T

Patricia Miller - wartanaya.com 4 mins read

Penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama dua hari penuh sejak Minggu (6/9) akibat aktivitas erupsi Gunungapi Anak Krakatau membuka potensi

Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Tunda Ekspor-Impor via Soetta hingga Rp 2,9 T

Erupsi Anak Krakatau Ancam Arus Perdagangan Udara Senilai Triliunan Rupiah

Wartanaya.com – Penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama dua hari penuh sejak Minggu (6/9) akibat aktivitas erupsi Gunungapi Anak Krakatau membuka potensi gangguan serius terhadap rantai pasok perdagangan nasional. Selama ruang udara di sekitar kawasan pesisir Selat Sunda ditutup, seluruh jadwal penerbangan kargo dan penumpang terganggu, dan konsekuensi ekonominya tidak bisa diabaikan.

Setijadi, pendiri sekaligus kepala eksekutif Supply Chain Indonesia (SCI), memperkirakan bahwa apabila gangguan penerbangan bertahan selama 48 jam, nilai barang ekspor dan impor yang tertahan di bandara bisa menyentuh US$168 juta, setara sekitar Rp 2,9 triliun dengan kurs Rp17.610 per dolar AS. Angka itu bukan sekadar proyeksi teoretis; ia dihitung dari rata-rata harian arus perdagangan yang melewati Soekarno-Hatta sebagai simpul utama logistik udara Indonesia.

Skala Perdagangan Udara yang Terancam

Soekarno-Hatta bukan sekadar bandara penumpang. Pada tahun 2025, nilai ekspor nonmigas yang dikirim melalui terminal udara tersebut tercatat US$9,90 miliar, sementara nilai impor mencapai US$20,77 miliar atau sekitar Rp 365 triliun. Ditotal, arus perdagangan bruto tahunan melalui bandara ini menyentuh sekitar US$30,67 miliar (Rp 539 triliun), yang berarti rata-rata US$84,03 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun berpindah setiap hari. Dari sisi volume, impor melalui jalur udara mencapai sekitar 174,9 ribu ton per tahun, atau rata-rata 479 ton per hari. Data ini merujuk pada statistik Badan Pusat Statistik (BPS) dan Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan, dengan catatan bahwa angka ekspor 2025 masih berstatus revisi.

Skala tersebut menjelaskan mengapa setiap jam penutupan ruang udara membawa konsekuensi finansial yang cepat menumpuk. Setijadi memperinci bahwa gangguan selama delapan jam saja sudah berpotensi menahan sekitar US$28 juta (Rp 492 miliar) barang, terdiri dari US$9,04 juta ekspor dan US$18,97 juta impor, dengan hampir 160 ton kargo impor ikut tertunda. Jika durasi diperpanjang hingga 48 jam, nilai tertahan melonjak ke US$168 juta (Rp 2,9 triliun), mencakup US$54,23 juta ekspor dan US$113,83 juta impor, serta sekitar 960 ton barang impor.

Dampak yang Menjalar ke Rantai Produksi

Setijadi menekankan bahwa erupsi gunungapi tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan keselamatan penerbangan. Sebaran abu vulkanik dapat memicu penutupan ruang udara, pembatalan atau pengalihan rute penerbangan, pergeseran jadwal, hingga penumpukan kargo di apron dan gudang bandara. Efek domino-nya kemudian menyentuh sektor produksi dan perdagangan.

“Dampaknya dapat menjalar ke kegiatan produksi dan perdagangan, terutama jika mengenai jaringan yang terhubung dengan Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu utama pengiriman barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu,” kata Setijadi dalam keterangannya, Senin (7/9).

Barang-barang seperti komponen elektronik bernilai tinggi, bahan baku farmasi, produk segar yang cepat rusak, serta kiriman ekspres sangat rentan terhadap keterlambatan. Satu jam keterlambatan pada komponen lini produksi bisa berarti ribuan unit tidak terpasang; satu hari keterlambatan pada vaksin atau obat bisa berarti kehilangan efektivitas medis. Inilah mengapa gangguan logistik udara tidak pernah berdiri sendiri.

Mitigasi Jangka Pendek: Koordinasi Lintas Sektor

SCI mendesak agar pengelola bandara, maskapai penerbangan, perusahaan logistik, Bea dan Cukai, otoritas karantina, serta pemilik barang segera membentuk mekanisme koordinasi darurat. Langkah konkret yang perlu dijalankan meliputi pemantauan pergerakan kolom abu vulkanik secara real-time, pengaturan ulang jadwal penerbangan secara dinamis, penambahan kapasitas pengiriman pada slot yang masih tersedia, percepatan pemrosesan dokumen kepabeanan, serta pengalihan kargo ke bandara alternatif apabila kondisi memungkinkan.

Untuk pengiriman dalam negeri, perusahaan dapat memanfaatkan jalur darat, perkeretaapian, pelayaran, atau kombinasi multimodal guna mengurangi ketergantungan pada satu moda udara. Prioritas penanganan harus diberikan pada barang yang mudah rusak, obat-obatan, komponen kritis produksi, elektronik bernilai tinggi, dan kiriman cepat.

Persiapan Jangka Panjang dan Peran Pemerintah

Setijadi menegaskan bahwa angka-angka di atas bukan kerugian yang pasti terjadi, melainkan nilai barang yang berpotensi tertunda akibat gangguan penerbangan melalui Soekarno-Hatta. Perhitungan tersebut belum mencakup pengiriman domestik. Besarnya kerugian riil akan ditentukan oleh sejumlah variabel: berapa banyak penerbangan yang benar-benar dibatalkan, apakah kargo dapat dialihkan ke bandara lain, jenis barang yang dikirim, serta kecepatan pemulihan operasional penerbangan.

Dalam jangka panjang, perusahaan perlu menyusun rencana kontinjensi untuk berbagai skenario durasi gangguan. Kesiapan ini mencakup kepemilikan pilihan bandara dan moda transportasi alternatif, serta cadangan kapasitas dari penyedia jasa logistik. Importir disarankan menyiapkan stok tambahan bahan baku penting, sementara eksportir perlu memiliki gudang dan fasilitas penyimpanan alternatif, termasuk ruang berpendingin untuk barang yang memerlukan suhu tertentu.

SCI juga mendorong pemerintah merumuskan aturan dan prosedur penanganan logistik khusus saat terjadi bencana alam. Dengan kerangka regulasi yang jelas, gangguan penerbangan akibat erupsi gunungapi tidak akan berkembang menjadi hambatan sistemik terhadap rantai pasok dan kegiatan produksi secara lebih luas. Kesiapan semacam ini menjadi semakin relevan mengingat Indonesia berada di jalur cincin api Pasifik dan erupsi gunungapi merupakan fenomena yang berulang, bukan kejadian satu kali.

Frequently Asked Questions

What is Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Tunda Ekspor?

Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Tunda Ekspor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Tunda Ekspor matter?

Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Tunda Ekspor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion