Skip to content
Industri

InJourney Airport Proyeksi Jumlah Penumpang Tahun Ini Capai 159 Juta

Lisa Davis - wartanaya.com 4 mins read

Industri penerbangan nasional memasuki fase yang penuh ketegangan antara tekanan geopolitik global dan upaya restrukturisasi bisnis di dalam negeri. PT

InJourney Airport Proyeksi Jumlah Penumpang Tahun Ini Capai 159 Juta

Proyeksi 159 Juta Penumpang dan Transformasi Bisnis: InJourney Airport Hadapi Tahun yang Penuh Kontras

Wartanaya.com – Industri penerbangan nasional memasuki fase yang penuh ketegangan antara tekanan geopolitik global dan upaya restrukturisasi bisnis di dalam negeri. PT Angkasa Pura Indonesia, yang kini beroperasi di bawah nama InJourney Airports, memproyeksikan total penumpang pesawat di seluruh bandara kelolaannya akan menyentuh angka 159 juta orang menjelang penutupan tahun berjalan. Perkiraan itu menandai kenaikan satu juta penumpang dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, sebuah pertumbuhan tipis yang harus dibaca dalam konteks perlambatan sektor domestik dan dinamika rute internasional yang mulai bergeser.

Rizal, pejabat perusahaan, menyampaikan proyeksi tersebut saat ditemui di Kompleks DPR RI pada Kamis (3/9). Ia menegaskan bahwa rentang perkiraan resmi berada di antara 150 hingga 159 juta penumpang, dengan catatan bahwa arus domestik masih tertekan sementara segmen internasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“Kami (prediksi) 150-159 juta orang. Memang (situasi saat ini penumpang) domestik mengalami penurunan, tetapi untuk internasional justru mulai meningkat.”

Paruh Pertama: 74 Juta Penumpang dengan Tekanan Domestik

Data semester pertama 2026 memperlihatkan komposisi penumpang yang timpang. Dari total 74 juta orang yang melintasi bandara-b bandara di bawah pengelolaan InJourney Airports, hanya 20 juta berasal dari penerbangan internasional, sementara 54 juta sisanya merupakan penumpang rute domestik. Secara agregat, angka tersebut turun dua persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan pelemahan permintaan perjalanan dalam negeri yang telah berlangsung beberapa kuartal.

Penurunan ini tidak berdiri sendiri. Sektor kargo barang mencatatkan kontraksi yang jauh lebih tajam. Sepanjang semester pertama 2026, volume angkutan kargo tercatat 697 ribu ton, terbagi atas 494 ribu ton untuk rute domestik dan 203 ribu ton untuk rute internasional. Angka itu turun 11 persen secara year-on-year, menandakan bahwa rantai pasok perdagangan juga turut terdampak oleh perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global.

Pergerakan Pesawat: Satu-satunya Sinyal Positif

Di tengah pelemahan penumpang dan kargo, satu indikator operasional justru bergerak ke arah berlawanan. Jumlah pergerakan pesawat di bandara-b bandara InJourney Airports mencapai 577 ribu selama semester pertama 2026, naik dari 571 ribu pergerakan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa maskapai-maskapai masih mempertahankan atau bahkan menambah frekuensi penerbangan, meskipun volume penumpang per penerbangan menurun.

“Syukur alhamdulillah pesawat ada peningkatan, tapi sejujurnya domestik kita masih cukup dalam, dan internasional mulai bergerak.”

Kesenjangan antara kapasitas angkut yang tersedia dan permintaan aktual menciptakan tekanan pada utilisasi armada. Bagi operator bandara, hal ini berarti pendapatan per pergerakan pesawat berpotensi tertekan meskipun jumlah pergerakan meningkat, sebuah dinamika yang menuntut efisiensi operasional lebih tinggi.

Pendapatan Rp10,23 Triliun dan Peran Transformasi Danantara

Secara finansial, InJourney Airports membukukan pendapatan sebesar Rp10,23 triliun pada semester pertama 2026, naik tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dicapai di tengah lingkungan industri penerbangan yang menghadapi tantangan berat, terutama akibat gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu rute-rute internasional utama dan meningkatkan biaya operasional maskapai.

Pahlevi, pejabat perusahaan, menilai capaian tersebut sebagai bukti keberhasilan manajemen dalam menjaga kinerja di tengah kondisi yang tidak menguntungkan. Ia menekankan bahwa faktor pendorong utama bukan lagi semata-mata volume penerbangan, melainkan diversifikasi ke lini bisnis non-aeronautika.

“Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38 persen dari total pendapatan usaha, meningkat dari 30 persen sebelum transformasi dijalankan saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.”

Transformasi yang dimaksud merujuk pada restrukturisasi strategis di bawah payung Danantara, yang mendorong InJourney Airports membangun portofolio bisnis tangguh di kedua lini: aeronautika dan non-aeronautika. Langkah ini bertujuan menciptakan nilai berkelanjutan bagi industri aviasi nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan bandara.

“Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis nonaeronautika.”

Kenaikan porsi non-aeronautika dari 30 persen menjadi 38 persen dalam waktu relatif singkat menunjukkan percepatan yang signifikan. Segmen ini mencakup aktivitas seperti pengelolaan ritel, perparkiran, penyewaan ruang komersial, logistik kargo darat, serta layanan pendukung lainnya yang tidak bergantung langsung pada jumlah penumpang pesawat. Dalam konteks pelemahan arus penumpang domestik, diversifikasi semacam ini menjadi bantalan yang menjaga stabilitas arus kas perusahaan.

Ke depan, tantangan terbesar bagi InJourney Airports bukan lagi sekadar menjaga volume penerbangan, melainkan memastikan bahwa transformasi bisnis berjalan seimbang: aeronautika pulih secara bertahap seiring normalisasi rute internasional, sementara non-aeronautika terus memperluas basis pendapatannya tanpa mengorbankan fungsi utama bandara sebagai infrastruktur transportasi udara. Proyeksi 159 juta penumpang di akhir tahun menjadi tolok ukur apakah pemulihan itu benar-benar terjadi atau sekadar proyeksi optimistis yang belum teruji oleh data kuartal keempat.

Frequently Asked Questions

What is InJourney Airport Proyeksi Jumlah Penumpang Tahun?

InJourney Airport Proyeksi Jumlah Penumpang Tahun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does InJourney Airport Proyeksi Jumlah Penumpang Tahun matter?

InJourney Airport Proyeksi Jumlah Penumpang Tahun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion