Emiten Kongsi Saratoga–Boy Thohir (EMAS) Rogoh Rp2,45 T untuk Pengolahan Emas
Angka produksi Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, melonjak drastis pada kuartal kedua 2026. Volume yang dihasilkan mencapai 15.594 ounces
Produksi Emas Pani Melonjak, EMAS Suntik Rp2,45 Triliun untuk Fasilitas CIL
Wartanaya.com – Angka produksi Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, melonjak drastis pada kuartal kedua 2026. Volume yang dihasilkan mencapai 15.594 ounces, naik tajam dari hanya 1.818 ounces pada kuartal pertama tahun yang sama. Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari proses ramp-up operasi fasilitas heap leach yang telah berjalan sebelumnya.
Transaksi Rp2,45 Triliun dengan VGE
Untuk memperluas skala operasi secara signifikan, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) — emiten di bawah kongsi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan Garibaldi “Boy” Thohir — tengah membangun fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL). Melalui anak usahanya, PT Pani Industri Nusantara (PIN), perseroan menandatangani kontrak dengan Vision Green Energy (Beijing) Tech Co., Ltd. (VGE) senilai RMB 1,02 miliar, atau setara sekitar Rp 2,45 triliun.
Nilai kontrak tersebut setara dengan 40,26% dari total ekuitas EMAS sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan per 31 Maret 2026. Dalam skema kerja sama ini, VGE bertanggung jawab atas penyediaan mesin, peralatan, serta layanan konsultasi teknis yang mendukung konstruksi fasilitas CIL milik PIN. Manajemen EMAS memperkirakan transaksi ini akan mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Fokus pada Pertumbuhan Jangka Panjang
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, menyatakan bahwa perseroan kini berada pada fase pertumbuhan yang ditopang oleh kenaikan produksi heap leach serta pembangunan fasilitas CIL berkapasitas 12 juta ton per tahun (Mtpa). Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi penggerak utama peningkatan kapasitas pengolahan Tambang Emas Pani.
“Dengan pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung yang berjalan sesuai rencana, EMAS tetap fokus mengembangkan Pani menjadi tambang emas berskala besar dan berumur panjang.”
Pernyataan itu disampaikan Boyke dalam keterangannya pada Rabu (26/8).
Status Heap Leach dan Rencana Kapasitas ke Depan
Sebagai anak usaha MDKA, EMAS telah menyelesaikan pembangunan cell 1 dan 2 fasilitas heap leach. Peningkatan kapasitas melalui peninggian tanggul dijadwalkan berlanjut hingga akhir 2026. Pada 2027, konstruksi cell ketiga yang sudah dimulai akan menambah daya olah secara material. Setelah seluruh sel beroperasi penuh, kapasitas total fasilitas heap leach Tambang Emas Pani ditargetkan mencapai sekitar 62 juta ton bijih.
Sementara itu, EMAS juga merancang fasilitas CIL agar mampu mengakomodasi peningkatan kapasitas hingga 24 Mtpa di masa mendatang. Persiapan lahan untuk konstruksi CIL sedang berlangsung, dengan target pengecoran beton pertama pada awal kuartal keempat 2026. Secara paralel, pembangunan infrastruktur pendukung turut digarap, mencakup fasilitas tailings untuk penampungan limbah sisa pengolahan serta penambahan pasokan listrik bersama PLN guna menopang eskalasi kapasitas operasi Tambang Emas Pani.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Emiten Kongsi Saratoga Boy Thohir EMAS?
Emiten Kongsi Saratoga Boy Thohir EMAS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Emiten Kongsi Saratoga Boy Thohir EMAS matter?
Emiten Kongsi Saratoga Boy Thohir EMAS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
