Skip to content
Energi

Prabowo Resmikan Proyek PLTS 100 GWp, Investasi Rp 1.140 Triliun

Richard Jackson - wartanaya.com 3 mins read

Presiden Prabowo Subianto menetapkan ambisi membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas agregat 100 gigawatt peak (GWp) dalam rentang

Prabowo Resmikan Proyek PLTS 100 GWp, Investasi Rp 1.140 Triliun

Investasi Rp 1.140 Triliun Dikucurkan untuk Program Surya Nasional 100 GWp

Wartanaya.com – Presiden Prabowo Subianto menetapkan ambisi membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas agregat 100 gigawatt peak (GWp) dalam rentang waktu tiga tahun. Pernyataan itu ia sampaikan langsung di lokasi groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang digelar di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8).

“Kita tidak main-main, target kita adalah 100 Gigawatt dalam tiga tahun.”

Prabowo menegaskan bahwa skala program ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat kedaulatan dan swasembada energi Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa seluruh kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini — gabungan batu bara, minyak, gas, dan geotermal — baru mencapai sekitar 88 GW.

“Seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt. Seluruhnya, dari batu bara, dari minyak, dari gas, dari geotermal, semuanya 88 gigawatt. Kita akan bangun 100 gigawatt.”

Dalam skenario paling optimis, Prabowo menyebut penyelesaian proyek bisa dipercepat menjadi dua tahun apabila seluruh kementerian dan lembaga terkait bergerak selaras dengan target yang telah ditetapkan.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia merinci bahwa pembangunan PLTS 100 GWp menuntut pendanaan sekitar US$ 73 miliar, setara Rp 1.140 triliun. Angka investasi tersebut, menurut proyeksinya, akan menghasilkan penghematan subsidi energi sekitar Rp 73,9 triliun per tahun serta membuka kurang lebih 5,52 juta lapangan kerja baru.

“Ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih 5,52 juta lapangan kerja.”

Secara lingkungan, program ini diproyeksikan memangkas emisi karbon dioksida hingga sekitar 140 juta ton per tahun. Nilai ekonomi dari pengurangan emisi tersebut diperkirakan mencapai Rp 6,31 triliun.

Mekanisme Pelaksanaan: IPP dan Opsi Danantara

Pemerintah mengutamakan partisipasi badan usaha melalui skema Independent Power Producer (IPP). Apabila penawaran harga dari pengembang swasta dinilai kompetitif, proyek akan dialokasikan kepada pihak swasta. Sebaliknya, jika tidak ada investor yang tertarik atau harga yang diajukan tidak masuk akal, pemerintah menyiapkan jalur alternatif melalui Danantara.

“Kita akan mengambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah melalui Danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif, dan terjangkau.”

Untuk menjaga keandalan pasokan, pengembangan PLTS akan dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) guna meningkatkan stabilitas dan kualitas kelistrikan sistem.

Mengurangi Ketergantungan BBM

Salah satu prioritas program ini adalah menekan impor bahan bakar minyak, khususnya solar yang saat ini masih menopang pembangkit di berbagai daerah. Bahlil mengungkapkan bahwa kapasitas PLTS yang sudah beroperasi di Indonesia baru sekitar 12,6 GW, dengan konsumsi minyak ekuivalen 230 ribu hingga 250 ribu barel per hari.

“Kalau ini mampu kita lakukan, maka penurunan terhadap impor BBM kita khususnya jenis solar akan turun dan semuanya akan kita memakai energi nasional.”

“Kita tidak boleh mengimpor lagi satu barel pun minyak.”

Prabowo menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan, panas bumi, gas, serta peningkatan produksi minyak domestik merupakan paket kebijakan untuk memutus ketergantungan pada impor minyak.

Proyek Awal yang Sudah Berjalan

Berdasarkan fact sheet pemerintah, gelombang pertama program mencakup 14 proyek dengan total kapasitas sekitar 5.216 MWp (5,2 GWp) dan nilai investasi sekitar US$ 7,7 miliar atau Rp 135 triliun. Enam proyek di antaranya telah disiapkan untuk masuk tahap tender, sementara sejumlah proyek lainnya sudah berada pada fase konstruksi maupun groundbreaking. Program ini juga mencakup dua proyek tambahan yang ditujukan untuk melistriki sekitar 44 keluarga di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Resmikan Proyek PLTS 100 GWp Investasi?

Prabowo Resmikan Proyek PLTS 100 GWp Investasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Resmikan Proyek PLTS 100 GWp Investasi matter?

Prabowo Resmikan Proyek PLTS 100 GWp Investasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion