Profil Rektor Unsoed yang Ditangkap KPK, Lulusan S3 dari Jerman
Profil Rektor Unsoed yang Ditangkap KPK menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Akhmad Sodiq
Wartanaya.com – Profil Rektor Unsoed yang Ditangkap KPK menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Akhmad Sodiq beserta 13 orang lainnya pada Jumat, 21 Agustus. Penangkapan ini mengguncang dunia akademik karena Sodiq menjabat sebagai Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) saat peristiwa tersebut terjadi. Dugaan yang dilayangkan KPK berkaitan dengan penerimaan suap dalam mekanisme penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut.
Bersama Sodiq, KPK juga menahan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo. Seluruh pihak yang diciduk kini menjalani pemeriksaan di Gedung Merah-Putih KPK, Jakarta.
“Terkait dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat (21/8).
KPK menyampaikan penyesalan mendalam atas peristiwa ini. Menurut Budi, dugaan korupsi di sektor pendidikan sangat merugikan karena terjadi tepat di titik awal perjalanan akademik seorang calon mahasiswa. Ia menambahkan bahwa transaksi suap tersebut terjadi ketika mahasiswa baru baru saja membuka gerbang masuk kampus—gerbang yang seharusnya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa.
Jejak Akademik dan Karier Akhmad Sodiq
Profil Rektor Unsoed yang Ditangkap ini tidak bisa dilepaskan dari rekam jejak akademiknya yang panjang. Lahir di Batang, Jawa Tengah, pada 1969, Sodiq menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Peternakan Unsoed selama enam tahun (1987–1993). Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di Georg-August-Universität Göttingen, Jerman, dan memperoleh gelar tersebut pada 1997.
Dua tahun setelah menjadi dosen, Sodiq menempuh program doktoral di Universität Kassel, Jerman, dengan spesialisasi ilmu peternakan. Gelar doktor diraihnya pada 2003. Kembali ke Indonesia, ia melanjutkan karier sebagai dosen di Fakultas Peternakan Unsoed dan beberapa kali meraih predikat dosen berprestasi tingkat universitas maupun fakultas pada 2006 dan 2009.
Perjalanan karier Sodiq di Unsoed berlanjut ke posisi manajerial. Pada 2010, ia terpilih sebagai Dekan Fakultas Peternakan untuk pertama kalinya—menjadi dekan termuda di usia 41 tahun. Ia mengemban jabatan tersebut selama dua periode hingga 2017. Setelah masa dekanat berakhir, Sodiq menerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX dan kemudian menjabat Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto hingga 2018.
Pada 2018, Sodiq kembali ke Unsoed sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik hingga 2022. Di awal 2022, ia masuk sebagai salah satu dari empat kandidat rektor periode 2022–2026 bersama Totok Agung Dwi Haryanto, V. Prihananto, dan Ade Maman Suherman. Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim melantik Sodiq sebagai Rektor Unsoed pada 19 Mei 2022. Jabatannya kemudian diperpanjang hingga 2030 melalui pelantikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Di luar kampus, Sodiq aktif dalam sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan, antara lain Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia, Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia, Asosiasi Sarjana Membangun Desa, Nahdlatul Ulama, serta Persatuan Guru Nahdlatul Ulama.
FAQ: Profil Rektor Unsoed yang Ditangkap
Siapa saja yang ditangkap KPK dalam OTT ini? KPK menahan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq beserta 13 orang lain, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo.
Kapan dan di mana penangkapan dilakukan? Operasi Tangkap Tangan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus. Seluruh pihak yang ditahan kini berada di Gedung Merah-Putih KPK, Jakarta.
Apa dasar dugaan yang dilayangkan KPK? KPK menduga adanya penerimaan suap oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Unsoed.
Apakah Profil Rektor Unsoed yang Ditangkap ini pernah mendapat penghargaan? Ya. Sebelum menjabat rektor, Sodiq menerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX dan beberapa kali meraih predikat dosen berprestasi pada 2006 dan 2009.
