Skip to content
Teknologi

Tarif Ojol Makanan dan Barang Diatur, Siapa yang Paling Terkena Dampak?

Anthony Rodriguez - wartanaya.com 3 mins read

Pemerintah tengah memperluas cakupan Peraturan Presiden tentang Ekosistem Transportasi Digital (Perpres Ojol). Regulasi yang sebelumnya hanya menyoroti

Tarif Ojol Makanan dan Barang Diatur, Siapa yang Paling Terkena Dampak?

Perluasan Aturan Tarif Ojol ke Layanan Pengantaran: Siapa yang Paling Terdampak?

Wartanaya.com – Pemerintah tengah memperluas cakupan Peraturan Presiden tentang Ekosistem Transportasi Digital (Perpres Ojol). Regulasi yang sebelumnya hanya menyoroti layanan transportasi penumpang kini akan merambah ke sektor pengantaran makanan dan barang. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pemerintah dan parlemen telah memasuki tahap finalisasi pembahasan aturan tersebut.

Langkah ini berpotensi menggeser besaran biaya yang ditanggung konsumen sekaligus mengubah pola penghasilan para pengemudi roda dua. Akan tetapi, konsekuensi kebijakan tersebut tidak otomatis hanya jatuh ke satu pihak.

Konsumen: Sensitivitas Harga Jadi Faktor Utama

Jika pemerintah menetapkan tarif pengantaran makanan dan barang, konsumen menjadi pihak yang paling langsung merasakan dampaknya. Kenaikan biaya pengiriman dapat mengubah keputusan pembelian, mengingat layanan ini sangat sensitif terhadap harga. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga makanan itu sendiri, tetapi juga ongkos kirim serta biaya layanan tambahan.

Pengemudi: Kenaikan Tarif Belum Pasti Berarti Kenaikan Penghasilan

Di sisi lain, tarif yang lebih tinggi secara teori dapat memberikan kepastian pendapatan bagi pengemudi. Namun, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menegaskan bahwa kenaikan tarif tidak otomatis berbanding lurus dengan peningkatan penghasilan driver.

“Soal pendapatan, same seperti ojek penumpang. Belum tentu ada kenaikan pendapatan karena bisa jadi ada biaya yang ditambahkan oleh platform kepada konsumen. Ketika terjadi kenaikan tambahan biaya ya pendapatan akan berkurang,” kata Huda.

Huda memperkirakan platform dapat merespons perubahan tarif dengan menambahkan biaya ke konsumen atau menerapkan skema diskon selektif bagi segmen tertentu. Dengan demikian, dampak agregat terhadap penghasilan pengemudi perlu dilihat secara keseluruhan.

“Jadi secara agregat belum tentu menaikkan pendapatan dari driver,” ujarnya.

Platform Digital: Ruang Manuver Menyempit

Platform juga menjadi pihak yang terdampak. Selama ini, mereka memiliki keleluasaan dalam menentukan harga layanan, promo, serta skema insentif bagi pengemudi. Ketika pemerintah menetapkan batas tarif, ruang manuver tersebut berpotensi menyempit secara signifikan.

Industri: Modantara Minta Tarif Tidak Diatur Kaku

Direktur Eksekutif Asosiasi Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia (Modantara) Agung Yudha menyampaikan bahwa industri berharap tarif pengantaran makanan dan barang menggunakan kendaraan roda dua tidak diatur secara rigid.

“Modantara sebagai asosiasi yang menaungi industri mobilitas dan pengantaran digital Indonesia mengharapkan agar tarif pengantaran barang dan makanan dengan menggunakan kendaraan roda dua tidak diatur secara rigid dan diserahkan kepada mekanisme pasar,” kata Agung kepada Katadata.co.id, Kamis (20/8).

Menurut Agung, karakteristik layanan pengantaran makanan dan barang berbeda secara fundamental dengan pengantaran penumpang. Model bisnis yang digunakan pun beragam, sehingga pemerintah sebaiknya lebih berfokus pada standar pelayanan dan keamanan ketimbang menetapkan angka tarif secara kaku.

Rekomendasi Kebijakan: Perlindungan Sosial dan Transparansi Algoritma

Huda menilai persoalan pendapatan pengemudi tidak cukup diselesaikan hanya melalui pengaturan tarif. Pemerintah juga perlu memastikan pengemudi memperoleh perlindungan sosial yang memadai, mencakup kesehatan, ketenagakerjaan, hingga risiko kecelakaan.

“Bisa berbagi beban dengan negara atau konsumen dalam hal tambahan biaya. Semua driver harus mendapatkan perlakuan yang serupa,” katanya.

Aspek lain yang dinilai krusial adalah transparansi algoritma. Sistem tersebut menentukan banyak aspek dalam pekerjaan pengemudi, termasuk jumlah order yang diterima serta jarak pengantaran.

“Transparansi ini penting karena driver sebagai mitra harus tahu dan mengerti sistem apa yang sedang mereka gunakan. Bagaimana cara mereka menambah performa ketika algoritmanya tertutup,” ujar Huda.

Frequently Asked Questions

What is Tarif Ojol Makanan dan Barang Diatur?

Tarif Ojol Makanan dan Barang Diatur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tarif Ojol Makanan dan Barang Diatur matter?

Tarif Ojol Makanan dan Barang Diatur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion