MacBook Air Mulai Langka di Indonesia, Apakah Karena Masalah Memori di Baliknya?
Lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI) telah memicu krisis pasokan memori global, dan dampaknya kini terasa langsung di pasar laptop Indonesia
MacBook Air M1–M3 Hampir Hilang dari Rakret iBox, Krisis Memori Global Jadi Pemicu
Wartanaya.com – Lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI) telah memicu krisis pasokan memori global, dan dampaknya kini terasa langsung di pasar laptop Indonesia. MacBook Air dengan prosesor M1, M2, maupun M3—yang dulu mudah ditemukan—kini nyaris tidak tersedia, baik di kanal daring maupun di gerai fisik.
Stok Menipis di Toko Fisik dan Situs Resmi
Pantauan Katadata.co.id pada Kamis (20/8) menunjukkan bahwa unit MacBook Air berchip M1, M2, dan M3 tidak lagi ditemukan di toko iBox Depok maupun Jakarta Timur. Varian-varian tersebut sebelumnya dijual dengan rentang harga sekitar Rp 6,5 juta hingga Rp 16 juta, bahkan hingga Rp 20 juta untuk konfigurasi tertinggi. Kini, unit baru dalam kondisi segel praktis mustahil diperoleh.
Di situs resmi iBox, daftar ketersediaan MacBook Air juga kosong. Satu-satunya laptop Apple termurah yang masih tercantum adalah MacBook Neo, mulai Rp 12,8 juta. Sementara itu, MacBook Air generasi terbaru berchip M5 masih tersedia dalam dua ukuran: 13 inci mulai Rp 24,9 juta dan 15 inci mulai Rp 28,7 juta.
Yang menarik, iBox masih menampilkan iklan MacBook Air M1 seharga Rp 5,9 juta di halaman webnya, namun kolom stok sudah menunjukkan ketersediaan nol.
MacBook Neo Menggeser Posisi Laptop Termurah Apple
Di gerai fisik, fokus penjualan kini beralih ke MacBook Neo—laptop yang diluncurkan sejak Mei 2026 dengan harga Rp 12,9 juta hingga Rp 15,3 juta tergantung kapasitas penyimpanan. Perangkat ini tidak memakai chip M1, M2, atau M3, melainkan prosesor Apple A18 Pro, yaitu chip 3-nanometer generasi kedua yang juga menggerakkan iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max.
Untuk segmen profesional, MacBook Pro tetap tersedia mulai Rp 27 juta (chip M5, M4 Pro, M4 Max), sedangkan varian MacBook Pro M5 dipatok Rp 48 juta hingga Rp 58 juta.
Akui Tekanan Pasokan, Tim Cook: Ketimpangan Akan Berlanjut
Tekanan pasokan pada lini Mac sejatinya bukan hal baru pada Agustus 2026. Apple sudah mengakui persoalan tersebut dalam laporan kinerja dan presentasi kepada investor jauh sebelumnya.
Dalam earnings call kuartal II fiskal 2026 pada April lalu, CEO Tim Cook menyatakan bahwa permintaan beberapa produk Mac melampaui proyeksi internal perusahaan. MacBook Neo, Mac mini, dan Mac Studio disebut sebagai produk yang menghadapi keterbatasan pasokan.
“Perusahaan memperkirakan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan Mac akan terus berlanjut selama beberapa bulan.”
Cook menambahkan bahwa antusiasme terhadap MacBook Neo—yang diluncurkan Maret 2026—sangat tinggi, sehingga Apple kesulitan menyeimbangkan produksi dengan permintaan pasar.
“Terdapat antusiasme yang luar biasa terhadap MacBook Neo yang diluncurkan pada Maret 2026 yang menghadirkan cara baru dalam menikmati pengalaman menggunakan Mac dengan harga yang sangat menarik.”
Pada periode yang sama, divisi Mac Apple membukukan pendapatan US$ 8,4 miliar (setara Rp 149,8 triliun pada kurs Rp 17.936 per dolar AS), naik 6% secara tahunan. Cook mengaitkan sebagian pertumbuhan itu dengan daya tarik MacBook Neo meskipun kendala pasokan masih ada.
Waktu Tunggu Memanjang untuk Konfigurasi RAM Besar
Laporan TechRadar pada Jumat (14/8) mencatat bahwa sejumlah konfigurasi MacBook Air kini menghadapi waktu pengiriman dua hingga tiga minggu. Untuk varian ber-RAM 32 GB, estimasi tunggunya melonjak menjadi empat hingga lima minggu. TechRadar mengaitkan kondisi tersebut dengan kelangkaan RAM global yang semakin menekan rantai pasok Apple.
TechCrunch turut mengonfirmasi bahwa chip memori global mulai memengaruhi ketersediaan MacBook Air, salah satu produk Mac paling populer di lini Apple. Semakin besar kapasitas memori yang dipilih konsumen, semakin panjang pula estimasi waktu pengiriman yang ditampilkan.
Persoalan ini menjadi semakin kontras karena terjadi di saat penjualan Mac Apple justru sedang kuat. Dalam laporan kinerja kuartal III fiskal 2026 yang berakhir 27 Juni 2026, Apple mencatat pendapatan Mac yang terus tumbuh—sementara pasokan komponen memori belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan yang dipicu era AI.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is MacBook Air Mulai Langka di Indonesia?
MacBook Air Mulai Langka di Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does MacBook Air Mulai Langka di Indonesia matter?
MacBook Air Mulai Langka di Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
