Skip to content
Nasional

Eks Waka BGN Sebut Nanik S Deyang Bawa Nama Presiden untuk Bangun SPPG

Anthony Taylor - wartanaya.com 3 mins read

Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (20/8), Lodewyk Pusung—yang pernah menduduki posisi Wakil Ketua Badan Gizi Nasional

Eks Waka BGN Sebut Nanik S Deyang Bawa Nama Presiden untuk Bangun SPPG

Lodewyk Pusung Beberkan Peran Nanik S Deyang dalam Pembangunan Dapur SPPG

Wartanaya.com – Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (20/8), Lodewyk Pusung—yang pernah menduduki posisi Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN)—menyampaikan kesaksian mengenai keterlibatan Nanik S Deyang dalam proyek dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Lodewyk, Nanik yang sebelumnya menjabat Ketua BGN secara rutin menghubunginya setiap hari Sabtu untuk membahas pembangunan dapur tersebut.

“Sebelum bergabung dengan BGN, Bu Nanik setiap hari Sabtu telepon saya dan menggunakan namanya presiden untuk bangun SPPG. Saya harus bicara apa adanya di sini biar jelas semuanya ini.”

Latar Belakang Jabatan Nanik di BGN

Nanik resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Investigasi BGN pada 17 September 2025, bersamaan dengan pelantikan Sony Sanjaya sebagai Wakil Ketua Bidang Operasional. Sebelum memasuki struktur pemerintahan, Nanik tercatat menjabat Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) sejak April 2024. Yayasan tersebut berstatus sosial-kemanusiaan dan didirikan langsung oleh Presiden Prabowo.

Saksi Sony Sanjaya dan Keterangan Kuasa Hukum

Isu kepemilikan dapur oleh Nanik sebelumnya juga disorot oleh Sony Sanjaya setelah menjalani pemeriksaan Kejaksaan Agung pada Juni 2026. Sony menyebut inisial NSD terlibat ketika BGN membangun 351 dapur SPPG. Krisna Murti, kuasa hukum Sony, menjelaskan kepada Katadata.co.id pada Senin (22/6) bahwa NSD memang memiliki dapur di antara 351 unit tersebut.

“NSD memiliki dapur dari 351 dapur tersebut. Namun NSD telah membeli ompreng dan sebagian peralatan dapur sebelum bangunan SPPG terbangun.”

Krisna menambahkan bahwa seharusnya Sony mengarahkan NSD untuk menuntaskan konstruksi dapur terlebih dahulu sebelum pengadaan peralatan. Ia juga mengungkapkan bahwa NSD diduga menekan Sony agar mengganti nama yayasan yang menaungi dapur SPPG tersebut hingga tiga kali. Menurut Krisna, penggantian yayasan mestinya dilakukan melalui surat resmi sesuai prosedur yang berlaku.

Status Dapur dan Sebaran Wilayah

Krisna menegaskan bahwa dapur milik NSD belum terbangun dan belum memberikan manfaat apa pun bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mengenai nasib peralatan yang telah dibeli, Krisna menyatakan penyidik akan mengungkapkannya dalam tahap pembuktian.

“Apakah peralatan dapur tersebut sudah dijual kembali atau masih ada, penyidik akan memeriksa dalam pembuktian.”

Berdasarkan catatan Krisna, NSD memiliki beberapa SPPG yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Madiun, Tapos, Bogor, dan Karangasem. Salah satu yayasan yang menaungi dapur milik NSD diketahui menggunakan nama “Merah-Putih”. Krisna mengaku perlu meninjau kembali Berita Acara Pemeriksaan untuk memastikan nama lengkap yayasan tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Eks Waka BGN Sebut Nanik S Deyang?

Eks Waka BGN Sebut Nanik S Deyang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Eks Waka BGN Sebut Nanik S Deyang matter?

Eks Waka BGN Sebut Nanik S Deyang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion