Gempa NTT Sempat Lumpuhkan 812 BTS, Hampir Seluruhnya Telah Pulih
Komdigi melaporkan bahwa 812 base transceiver station (BTS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami gangguan akibat gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8)
Infrastruktur Telekomunikasi NTT Hampir Pulih Sepenuhnya Tiga Hari Pasca-Gempa
Wartanaya.com – Komdigi melaporkan bahwa 812 base transceiver station (BTS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami gangguan akibat gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8). Namun, dalam kurun waktu kurang lebih tiga hari, nyaris seluruh perangkat telekomunikasi yang rusak telah berhasil dikembalikan ke kondisi operasional.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa per pukul 18.00 WIB pada 18 Agustus 2026, tingkat pemulihan BTS terdampak gempa NTT telah mencapai 99,9%. Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis pada Rabu (19/8).
“Per pukul 18.00 WIB tanggal 18 Agustus 2026, sudah 99,9% BTS terdampak gempa NTT yang sudah berhasil dipulihkan.”
Dari total 812 BTS yang terdampak, sekitar 811 unit kini telah berfungsi kembali. Perangkat-perangkat tersebut tersebar di 11 kabupaten maupun kota di Provinsi NTT. Saat ini, hanya satu BTS di Kabupaten Manggarai yang masih menjalani proses perbaikan, sementara delapan daerah lainnya telah pulih secara total.
Pemulihan oleh Telkomsel dan Telkom Group
Telkomsel mengonfirmasi bahwa seluruh situs jaringan di wilayah Flores, NTT, telah kembali beroperasi penuh. Meskipun angka pemulihan telah menyentuh 100%, operator tersebut tetap menjalankan pemantauan serta optimalisasi guna menjamin kestabilan kualitas layanan.
Gempa tersebut memengaruhi layanan Telkomsel di tujuh kabupaten, yaitu Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Dari 735 site Telkomsel yang berada di zona terdampak, lebih dari 400 unit sempat mengalami gangguan. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap melalui pengerahan tim teknis, penguatan pasokan listrik, serta koordinasi lintas pihak.
Untuk mempertahankan operasional situs selama listrik belum pulih, Telkomsel mengerahkan 44 fixed genset, 27 mobile genset, dan 29 pack battery backup. Beberapa mobile genset bahkan diangkut dari luar pulau guna memenuhi kebutuhan daya di lokasi terdampak.
Vice President Area Network Operations Jawa Bali Telkomsel, Nugroho Adi Wibowo, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana menuntut respons cepat dan kolaborasi berbagai pihak.
“Bagi kami, setiap situs yang kembali beroperasi berarti semakin banyak masyarakat yang dapat kembali terhubung dengan keluarga, memperoleh informasi penting, dan mendukung koordinasi selama masa tanggap darurat.”
Ia juga menambahkan bahwa keselamatan personel di lapangan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulihan.
Kendala Akses dan Longsor
Di luar persoalan kelistrikan, akses menuju sejumlah titik menjadi hambatan tersendiri. Gempa memicu longsor yang menutup beberapa ruas jalan, sehingga mobilisasi personel dan perangkat pendukung terpaksa mengambil rute alternatif.
Status Pemulihan XLSmart
PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat 91 BTS miliknya mengalami gangguan akibat gempa. Hingga Selasa (18/8), jumlah BTS yang masih terdampak telah menyusut menjadi sekitar lima unit. Tim teknis XLSmart terus melakukan penanganan intensif agar seluruh layanan kembali normal.
Pemulihan jaringan XLSMART dijalankan melalui koordinasi antara Network Operation Center (NOC), tim regional NTT, dan teknisi lapangan. Perusahaan juga menyiagakan tujuh genset permanen serta 16 genset portabel untuk menjaga keberlangsungan operasional di lokasi yang mengalami kendala daya.
Regional Group Head XLSMART Area Bali Nusra, Donny Darmawan, menyatakan bahwa pemulihan jaringan merupakan prioritas agar warga di zona terdampak tetap mampu berkomunikasi, khususnya dalam situasi pascabencana.
“Penurunan jumlah BTS yang terdampak menunjukkan bahwa proses pemulihan terus berjalan, dan tim teknis kami akan tetap bekerja hingga layanan kembali normal.”
Ajakan Menteri untuk Dukungan Masyarakat
Komdigi menegaskan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi merupakan komponen krusial dalam penanganan pascabencana. BTS memegang peran vital dalam menjaga konektivitas serta akses informasi masyarakat, terutama ketika warga masih membutuhkan layanan komunikasi pasca-gempa.
Meutya turut berharap masyarakat terdampak gempa NTT dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa. Ia juga menyerukan agar publik memberikan dukungan kepada para korban melalui berbagai bentuk bantuan.
“Mari kita bersama membantu dengan berbagai cara dan sarana yang kita bisa untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa NTT.”
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gempa NTT Sempat Lumpuhkan 812 BTS Hampir?
Gempa NTT Sempat Lumpuhkan 812 BTS Hampir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gempa NTT Sempat Lumpuhkan 812 BTS Hampir matter?
Gempa NTT Sempat Lumpuhkan 812 BTS Hampir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
