Menyusuri Ruang Multifungsi MRT Bundaran HI di Perut Bumi Jakarta
Menjelang genap lima abad usia Jakarta, sebuah simpul transportasi baru tengah dibentuk di kedalaman tanah. Tepatnya sekitar 18 meter di bawah permukaan
Di Balik Tanah Bundaran HI: Proyek Extended Concourse MRT yang Mengubah Wajah Pusat Jakarta
Wartanaya.com – Menjelang genap lima abad usia Jakarta, sebuah simpul transportasi baru tengah dibentuk di kedalaman tanah. Tepatnya sekitar 18 meter di bawah permukaan Bundaran Hotel Indonesia, sebuah ruang bawah tanah seluas hampir setengah lapangan sepak bola sedang diukir dari beton dan baja. Proyek Extended Concourse Stasiun MRT Bundaran HI ini bernilai sekitar Rp 200 miliar dan mencakup area seluas 4.439 meter persegi.
Dimensi dan Cakupan Fisik
Struktur yang sedang dikerjakan membentang sepanjang kurang lebih 158 meter, dengan lebar 20 meter dan ketinggian sekitar 10 meter. Posisinya berada di bawah Anjungan Halte Bundaran HI dan di atas rel kereta MRT. Bangunan concourse eksisting memang sudah lama berdiri, tetapi untuk pertama kalinya direncakan perluasan secara masif ke arah ruang publik bawah tanah.
Bukan sekadar tambahan area stasiun, ruang ini dirancang sebagai jalur pejalan kaki bawah tanah yang menjembatani sisi barat dan timur kawasan pusat kota. Dengan kata lain, pengguna MRT tidak lagi sekadar turun, naik kereta, lalu keluar — melainkan memasuki sebuah ekosistem mobilitas yang jauh lebih luas.
Wajah Masa Depan: “Mini Mal” Bawah Tanah
Setelah konstruksi rampung, area tersebut akan ditransformasi menjadi ruang multifungsi menyerupai “mini mal” dengan kapasitas hingga 17 ribu pengunjung. Lebih dari 24 tenant ritel direncanakan menempati ruang itu, mengubah pengalaman perjalanan harian menjadi aktivitas yang lebih kaya.
Konektivitasnya dirancang berlapis. Di sisi selatan, concourse diperpanjang langsung menuju Bundaran HI. Akses barat dan timur akan menghubungkan kawasan Hotel Grand Hyatt dengan Plaza Indonesia. Selain itu, area ini juga terhubung ke Hotel Pullman dan Wisma Nusantara, serta terintegrasi langsung dengan halte Transjakarta di Jalan MH Thamrin.
Progres dan Jadwal Pembangunan
Pada kunjungan langsung yang dilakukan Katadata.co.id pada Rabu (19/8), kondisi di lapangan menunjukkan area yang gelap, lembap, dan tanpa sinyal telekomunikasi seluler. Pekerja berhelm putih dan jingga hilir-mudik di antara pipa blower ventilasi oranye besar serta dinding beton abu-abu yang masih basah dan kasar. Suara yang terdengar bukan klakson atau deru kendaraan, melainkan getaran konstruksi dan aktivitas kereta bawah tanah.
Target progres pembangunan pada Agustus 2026 ditetapkan sebesar 24,80%. Angka itu akan merangkak menjadi 45% pada akhir 2026, dengan penyelesaian konstruksi ditargetkan Mei 2027 dan peresmian Juni 2027.
Visi Strategis dari Manajemen
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta, Ferdiansyah Roestam, menjelaskan bahwa Extended Concourse merupakan pengembangan sirkulasi bawah tanah untuk meningkatkan kapasitas layanan dan kenyamanan penumpang. Langkah ini sekaligus mengantisipasi tambahan sekitar 6.000 penumpang per hari setelah MRT Jakarta Fase 2A beroperasi pada 2029 serta Jalur Timur-Barat pada 2032.
Ferdi menambahkan bahwa pengembangan dilakukan dengan memperluas struktur concourse eksisting, termasuk pembangunan entrance baru di sisi timur dan barat. Entrance tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan keselamatan dalam kondisi darurat seperti bencana atau kebakaran. Metode open cut diterapkan di sisi jalur pedestrian sehingga rekayasa lalu lintas di Jalan MH Thamrin dapat diminimalkan.
“Pengembangan Kawasan Bundaran HI melalui pendekatan TOD menunjukkan pergeseran paradigma dari kawasan yang sekedar menjadi titik perpindahan moda menjadi kawasan perkotaan yang mengintegrasikan mobilitas, aktivitas ekonomi, dan ruang publik dalam satu ekosistem.”
Pernyataan itu disampaikan Ferdi dalam paparan bertajuk “MRT Jakarta: Extended Concourse Bundaran HI: Menghubungkan Mobilitas, Menguatkan Integrasi di Jakarta” pada Rabu (19/8).
Fase Konstruksi yang Berlangsung
Tahap pertama rekayasa lalu lintas berjalan sejak April hingga September 2026. Pada fase ini, area konstruksi ditutup di sisi barat (arah Plaza Indonesia) maupun sisi timur (arah Pullman dan Wisma Nusantara). Pekerjaan mencakup pengalihan lalu lintas, pengerjaan fondasi, hingga pemancangan SSP.
Tahap kedua dijadwalkan Oktober 2026 hingga Mei 2027, di mana sejumlah area termasuk bagian tengah akan ditutup untuk penyelesaian konstruksi akhir.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menyusuri Ruang Multifungsi MRT Bundaran HI?
Menyusuri Ruang Multifungsi MRT Bundaran HI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menyusuri Ruang Multifungsi MRT Bundaran HI matter?
Menyusuri Ruang Multifungsi MRT Bundaran HI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
