Skip to content
Energi

Bahlil Ungkap Alasan RI Bentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Anthony Rodriguez - wartanaya.com 3 mins read

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) saat menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR RI serta

Bahlil Ungkap Alasan RI Bentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Indonesia Siapkan Bursa Komoditas Sendiri: Prabowo Targetkan Operasionalisasi Awal 2027

Wartanaya.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) saat menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8). Langkah tersebut diposisikan sebagai kelanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang telah dijalankan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Prabowo menegaskan bahwa pembahasan teknis sudah dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah menargetkan aturan penyelenggaraan bursa segera dibahas dengan DPR serta diterbitkan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Kita akan segera operasionalkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan OJK. Jika bekerja dengan baik, pada 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri.”

Argumen Ekonomi: Harga SDA Tak Boleh Ditentukan Pihak Luar

Prabowo menyoroti paradoks yang telah berlangsung puluhan tahun: Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar dunia untuk berbagai komoditas vital—kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan lainnya—namun harga hasil alam tersebut justru ditetapkan di bursa negara lain yang tidak memiliki komoditas dimaksud.

“Kalau mereka (pihak luar) tidak mau bayar harga yang kita pasang, tidak usah beli. Lebih baik komoditas nikel, timah, emas, batu bara kita, gas kita, minyak kita semuanya di tanah untuk anak cucu kita.”

Penjelasan Menteri ESDM: Mengakhiri Ketergantungan pada Harga Asing

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa tujuan utama pembentukan BMKS adalah agar Indonesia mampu menetapkan harga sumber daya alam yang diproduksi di dalam negeri. Selama ini, menurutnya, penetapan harga komoditas Indonesia masih berada di tangan negara lain—sebuah kondisi yang hanya menguntungkan pihak asing.

Bahlil menyampaikan pernyataan tersebut ketika ditemui usai acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, Rabu (19/8).

“Dengan bursa komoditas yang diperintahkan oleh Bapak Presiden, diharapkan seluruh komoditas SDA kita yang kita hasilkan, ya kita sendiri yang mengatur harganya.”

Batu Bara sebagai Contoh Konkret

Sebagai ilustrasi, Bahlil menyinggung mekanisme harga batu bara. Ia menyebut bahwa ketika Indonesia mengetatkan produksi demi menjaga keseimbangan suplai dan permintaan, harga komoditas tersebut justru naik—menunjukkan adanya potensi manipulasi harga oleh pihak luar selama ini.

“Selama ini harganya diatur negara lain. Ketika kita mengetatkan (produksi) untuk menjaga suplai dan demand, harganya mulai bagus. Artinya selama ini memang ada potensi permainan kan?”

Pemerintah, lanjut Bahlil, berkomitmen melakukan segala langkah demi kebaikan rakyat, bangsa, dan negara, meskipun terdapat respons ketidaksetujuan dari sejumlah pihak terkait rencana pembentukan bursa tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Bahlil Ungkap Alasan RI Bentuk Bursa?

Bahlil Ungkap Alasan RI Bentuk Bursa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bahlil Ungkap Alasan RI Bentuk Bursa matter?

Bahlil Ungkap Alasan RI Bentuk Bursa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion