Skip to content
6A843Dbb748C4

[Foto] BEM UI Gelar Demo Tuntut Turunkan Harga Bahan Pokok dan Perbaikan Negara

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 3 mins read

Foto BEM UI Gelar Demo menjadi sorotan publik setelah puluhan mahasiswa ber-jaket kuning dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI)

[Foto] BEM UI Gelar Demo Tuntut Turunkan Harga Bahan Pokok dan Perbaikan Negara

Foto BEM UI Gelar Demo: 8 Tuntutan ke Pemerintah

Wartanaya.com – Foto BEM UI Gelar Demo menjadi sorotan publik setelah puluhan mahasiswa ber-jaket kuning dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memenuhi trotoar dan badan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8). Aksi yang mereka beri tajuk “Merebut Kemerdekaan” ini bukan sekadar pawai; ia merupakan kanal formal penyampaian delapan poin tuntutan yang ditujukan langsung kepada pemerintah pusat. Foto BEM UI Gelar Demo tersebut beredar luas di media sosial dan memicu diskusi tentang ruang aspirasi mahasiswa di ibu kota.

Delapan Poin yang Disuarakan di Depan Istana

Inti tuntutan pertama menuntut agar negara berhenti menjalankan apa yang mereka sebut “penjajahan terhadap rakyatnya sendiri.” Di samping itu, massa mendesak pemberantasan total praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang, menurut mereka, masih mengakar di berbagai kementerian dan lembaga.

Tuntutan ekonomi menjadi sorotan utama: penurunan harga bahan kebutuhan pokok sekaligus harga bahan bakar minyak agar daya beli masyarakat tidak terus tergerus inflasi. Poin berikutnya menyentuh sektor agraria melalui pelaksanaan reforma agraria yang berkeadilan, serta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek strategis nasional yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Dua program pemerintah turut menjadi sasaran kritik. Mahasiswa mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang mereka anggap belum melalui kajian dampak sosial-ekonomi yang memadai.

Di ranah tata kelola, massa mengkritik pemusatan kekuasaan di tingkat pusat dan langkah pemerintah memangkas anggaran Transfer ke Daerah (TKD). Sebagai konsekuensi logis, mereka menuntut pengembalian penuh otonomi daerah agar kebijakan pembangunan kembali berakar pada kebutuhan lokal.

Terhadap institusi keamanan, tuntutan yang dilontarkan mencakup penghentian segala bentuk represivitas aparat TNI-Polri, penghapusan intervensi ke ruang sipil, serta pembubaran YON TP. Terakhir, soal bencana alam, massa mendesak penetapan status bencana nasional bagi wilayah Sumatra dan Flores serta percepatan pemulihan pascabencana di daerah-daerah terdampak.

Ketegangan di Dukuh Atas dan Pembatasan Rute

Rute aksi tidak berjalan mulus. Ketika rombongan mahasiswa hendak bergerak dari kawasan Dukuh Atas menuju Bundaran HI, mereka dihadang barisan aparat kepolisian yang membentuk pagar betis. Situasi sempat memanas ketika terjadi saling dorong di tengah kerumunan, dan sejumlah mahasiswa terlihat mengangkat tangan sambil berusaha menyampaikan aspirasinya kepada petugas di garis depan.

Polda Metro Jaya sebelumnya telah membatasi titik penyampaian aspirasi mahasiswa hanya hingga kawasan UOB Plaza, dengan alasan menjaga kelancaran aktivitas warga serta arus lalu lintas di ibu kota.

Pembatasan rute tersebut memicu ketegangan tambahan, sebab sebagian peserta menilai koridor yang diberikan tidak memadai untuk menampung seluruh massa yang hadir.

Pengamanan 6.962 Personel di Sekitar Monas

Untuk mengawal jalannya demonstrasi, tercatat sebanyak 6.962 personel Polres Metro Jakarta Pusat disebar di sepanjang koridor Bundaran HI hingga Silang Monas dan Patung Kuda Arjuna Wijaya. Pengawalan berskala besar ini bertujuan memastikan aksi berlangsung dalam koridor yang telah ditentukan sekaligus mencegah bentrokan lanjutan antara massa dan aparat.

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui

Kapan dan di mana aksi BEM UI ini berlangsung? Aksi digelar pada Selasa, 18 Agustus, di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dengan titik kumpul awal di Dukuh Atas dan koridor terbatas hingga UOB Plaza.

Berapa jumlah personel keamanan yang dikerahkan? Sebanyak 6.962 personel Polres Metro Jakarta Pusat ditempatkan di sepanjang Bundaran HI, Silang Monas, dan Patung Kuda Arjuna Wijaya.

Apa nama resmi yang diberikan mahasiswa untuk aksi ini? Mereka menamai aksinya “Merebut Kemerdekaan,” sebuah referensi simbolis terhadap semangat kemerdekaan yang mereka kaitkan dengan tuntutan perbaikan tata kelola negara.

Apakah ada pembatasan rute oleh pihak kepolisian? Ya. Polda Metro Jaya membatasi penyampaian aspirasi hanya hingga kawasan UOB Plaza demi menjaga kelancaran lalu lintas dan aktivitas warga di ibu kota.

Join the discussion