Skip to content
Nasional

Ini Profil Mantan Ketua Yayasan yang Simpan Ribuan Senjata di Ruang Sekolah

Patricia Thomas - wartanaya.com 3 mins read

Ini Profil Mantan Ketua Yayasan yang kini menjadi sorotan publik setelah ditemukan menyimpan ribuan senjata di ruang sekolah. Kasus ini bermula dari

Ini Profil Mantan Ketua Yayasan yang Simpan Ribuan Senjata di Ruang Sekolah

Ini Profil Mantan Ketua Yayasan yang Menyimpan Ribuan Senjata di Ruang Sekolah

Wartanaya.com – Ini Profil Mantan Ketua Yayasan yang kini menjadi sorotan publik setelah ditemukan menyimpan ribuan senjata di ruang sekolah. Kasus ini bermula dari perselisihan internal yang melibatkan tiga orang pembina yayasan pendidikan. Konflik tersebut akhirnya membawa ke permukaan temuan mengejutkan berupa koleksi senjata yang selama ini tersembunyi di area sekolah.

Endar, yang bertindak sebagai kuasa hukum dalam kasus ini, menjelaskan bahwa Bu Ninik saat ini memegang kendali atas bangunan sekolah secara fisik. Sementara itu, Hermawanto sebagai kuasa hukum yayasan lainnya memberikan keterangan lengkap mengenai kronologi penemuan senjata-senjata tersebut.

Peran dan Jabatan Para Pihak Terkait

Menurut data yang dapat diakses publik, Iwan Wargadalam sebelumnya menjabat sebagai komisaris di PT Lokta Karya Perbakin. Profil LinkedIn mengungkap bahwa Indra telah menjadi dewan pembina yayasan sejak tahun 2011. Pria ini juga tercatat sebagai anggota dewan direksi perusahaan yang sama sejak 2007 hingga kini.

Karier utama Indra berfokus pada bidang hukum. Sejak 1995, ia bekerja sebagai advokat di Firma Hukum Warrens and Partner. Saat ini, Indra dikenal sebagai pendiri sekaligus pengacara yang mengkhususkan diri pada hukum pasar modal. Peran-peran strategis ini menunjukkan bahwa para pihak yang terlibat memiliki posisi penting dalam struktur organisasi yayasan.

Kronologi Penemuan Senjata dan Pemecatan

Hermawanto menjelaskan bahwa seluruh senjata tersebut ditemukan di dalam ruangan yang sebelumnya digunakan oleh Iwan Wargadalam, mantan ketua yayasan yang telah dipecat. Ketiga ruangan berisi senjata itu tertutup rapat setelah Iwan membawa kunci-kunci tersebut bersamanya. Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam kasus ini.

Alasan pemecatan Iwan berkaitan dengan indikasi penyalahgunaan dana yayasan untuk kepentingan pribadi. Hermawanto menyebutkan bahwa Iwan diduga menggunakan uang yayasan untuk membeli sebidang tanah atas nama istrinya. Akibatnya, istri Iwan yang juga menjabat sebagai pembina yayasan ikut diberhentikan. Keduanya kini dilarang memasuki kawasan yayasan.

Klaim Endar tentang Kunci dan Senjata

Endar membantah klaim bahwa kliennya membawa kunci ruangan setelah diberhentikan. Ia menegaskan bahwa sekolah telah dikuasai oleh kubu yayasan sejak April 2026. “Ternyata, seluruh kunci ruangan yang digunakan Iwan telah dibawa, sehingga kami tidak memiliki akses ke ruangan-ruangan tersebut,” jelas Hermawanto.

Endar juga mengungkapkan bahwa pihaknya pernah dihubungi untuk mengambil senjata laras udara dan senjata api yang berada di bawah pengawasan Perbakin. Namun, proses pengambilan tidak berjalan karena gudang penyimpanan peralatan tersebut telah dikerumuni aparat penegak hukum.

“Selain senjata laras udara dan satu senjata api, silakan tanyakan kepemilikannya kepada pihak yang telah menduduki dan menguasai sekolah sejak April 2026. Kami sudah tidak boleh masuk ke sana sejak April 2026,” ujarnya.

Endar menambahkan bahwa Bu Ninik kini menguasai bangunan sekolah, sementara sengketa antara tiga pembina masih berlangsung. Kasus ini menyoroti konflik internal yang berujung pada penemuan senjata-senjata tersebut di ruang sekolah. Ini Profil Mantan Ketua Yayasan yang kini menjadi bahan pembahasan luas di masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini

Berapa jumlah senjata yang ditemukan? Ribuan senjata ditemukan di dalam tiga ruangan yang sebelumnya digunakan oleh Iwan Wargadalam.

Mengapa Iwan Wargadalam dipecat? Iwan dipecat karena indikasi penyalahgunaan dana yayasan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian tanah atas nama istrinya.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam konflik? Tiga pembina yayasan terlibat dalam perselisihan ini, termasuk Iwan Wargadalam, istrinya, dan Bu Ninik.

Kapan sekolah dikuasai oleh kubu yayasan? Sekolah telah dikuasai oleh kubu yayasan sejak April 2026.

Apakah senjata-senjata tersebut masih berada di sekolah? Ya, sebagian besar senjata masih berada di sekolah dan tidak dapat diambil karena gudang penyimpanan telah dikerumuni aparat penegak hukum.

Join the discussion