Penemuan Ratusan Senjata, Eks Ketua Yayasan Sekolah Selewengkan Dana Rp 2 M
Kepolisian menemukan sejumlah senjata api serta barang bukti narkoba di dalam ruangan yang sebelumnya digunakan oleh Indra Wargadalem, mantan ketua yayasan
Senjata dan Narkoba Ditemukan di Ruang Bekas Ketua Yayasan yang Menggelapkan Dana
Wartanaya.com – Kepolisian menemukan sejumlah senjata api serta barang bukti narkoba di dalam ruangan yang sebelumnya digunakan oleh Indra Wargadalem, mantan ketua yayasan pendidikan di wilayah Pondok Pinang. Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya penyelewengan dana yang dilakukan oleh sang tokoh.
Hermawanto, kuasa hukum yayasan tersebut, mengonfirmasi bahwa Indra telah dipecat setelah terbukti menggunakan uang sekolah untuk kepentingan pribadi. Jumlah dana yang disalahgunakan mencapai Rp 2 miliar. Menurut penjelasan Hermawanto, sebagian besar uang tersebut dimanfaatkan untuk membeli sebidang tanah yang kemudian atasnamakan istri Indra, yang juga menjabat sebagai pembina di yayasan yang sama.
Keputusan pemecatan ini diambil setelah yayasan menemukan sertifikat tanah yang mencurigakan. Hermawanto menilai bahwa Indra kemungkinan telah melakukan penyelewengan dalam kurun waktu yang cukup lama sebelum akhirnya ketahuan.
Proses Hukum Berjalan di Pengadilan
Indra tidak tinggal diam atas pemecatannya. Ia telah mengajukan gugatan hukum terhadap yayasan sekolah tempat ia pernah menjabat. Kuasa hukum Indra, Alhadid Endar Putra, menjelaskan bahwa proses persidangan sudah dimulai.
“Sidangnya sudah mulai. Agenda sidang pekan depan adalah pembuktian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” ujar Hermawanto di kawasan sekolah, Jumat (7/8).
Di sisi lain, Endar juga menegaskan bahwa kliennya sedang dalam proses gugatan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pemecatan yang dilakukan yayasan terhadap Indra dianggap dilakukan secara sepihak pada tahun ini.
Menurut Endar, akar permasalahan sebenarnya berasal dari sengketa internal antara tiga orang pembina di yayasan tersebut. Salah satu pembina, yang dikenal dengan nama Bu Ninik, kini telah menguasai bangunan fisik sekolah.
Endar juga memberikan klarifikasi mengenai jabatan Iwan di PT Lokta Karya Perbakin. Ia menjelaskan bahwa posisi Iwan sebagai komisaris merupakan informasi yang bersifat terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat umum.
Profil dan Karir Indra Wargadalem
Berdasarkan data dari profil LinkedIn, Indra telah menjadi dewan pembina yayasan sekolah sejak tahun 2011. Selain itu, ia juga tercatat sebagai anggota dewan direksi di PT Lokta Karya Perbakin sejak 2007 hingga saat ini.
Meskipun memiliki banyak jabatan di yayasan dan perusahaan, pekerjaan utama Indra adalah sebagai advokat. Ia telah berpraktik di Firma Hukum Warrens and Partner sejak 1995. Saat ini, Indra menjabat sebagai pendiri dan pengacara dengan fokus spesialisasi pada bidang hukum pasar modal.
Endar juga membantah klaim bahwa Indra membawa kunci ruangan setelah diberhentikan. Ia menjelaskan bahwa sekolah tersebut telah dikuasai oleh kubu yayasan sejak April 2026. Akibatnya, Indra dan timnya tidak lagi diperbolehkan masuk ke area sekolah.
Menurut Endar, pihaknya sempat dihubungi untuk mengambil senjata laras udara dan senjata api yang berada di sekolah. Namun, pengambilan tersebut tidak dapat dilakukan karena gudang tempat penyimpanan peralatan tersebut telah dikerumuni oleh aparat penegak hukum.
“Selain senjata laras udara dan satu senjata api, silakan tanyakan kepemilikannya kepada pihak yang telah menduduki dan menguasai sekolah sejak April 2026. Kami sudah tidak boleh masuk ke sana sejak April 2026,” ujarnya.
Untuk mendapatkan informasi terbaru, pembaca dapat mengakses berita terkini dan data berharga melalui WhatsApp Channel Katadata.co.id.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Penemuan Ratusan Senjata Eks Ketua Yayasan?
Penemuan Ratusan Senjata Eks Ketua Yayasan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Penemuan Ratusan Senjata Eks Ketua Yayasan matter?
Penemuan Ratusan Senjata Eks Ketua Yayasan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
