Skip to content
Nasional

BRIN Luncurkan Program Goes to Nobel Prize, Siapkan Ilmuwan Berkelas Dunia

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 3 mins read

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi telah meluncurkan program ambisius bernama BRIN Goes to Nobel Prize. Inisiatif strategis ini bertujuan

BRIN Luncurkan Program Goes to Nobel Prize, Siapkan Ilmuwan Berkelas Dunia

BRIN Luncurkan Program Goes to Nobel: Strategi Menuju Penghargaan Internasional

Wartanaya.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi telah meluncurkan program ambisius bernama BRIN Goes to Nobel Prize. Inisiatif strategis ini bertujuan mempersiapkan para ilmuwan Indonesia agar mampu bersaing di kancah global dan memiliki peluang meraih penghargaan bergengsi tingkat dunia. Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam visi BRIN untuk menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kontribusi ilmiah yang signifikan.

Program ini diresmikan dalam pertemuan khusus antara Presiden Prabowo Subianto dengan seratus lima puluh periset terkemuka BRIN. Acara berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Kamis, tanggal 6 Agustus 2025. Kehadiran langsung Presiden menunjukkan komitmen tinggi pemerintah terhadap pengembangan riset nasional melalui program BRIN Luncurkan Program Goes to Nobel ini.

Visi dan Misi Program BRIN Goes to Nobel

Arif Satria, Kepala BRIN, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan dampak ilmu pengetahuan di Indonesia. Fokus utama program adalah membangun budaya riset yang kuat, memperluas kolaborasi ilmiah internasional, serta melakukan regenerasi talenta sains secara berkelanjutan.

Program BRIN Goes to Nobel Prize berjalan seiring dengan dua inisiatif lainnya, yaitu BRIN Goes to School dan BRIN Goes to Kampus. Ketiga program ini membentuk ekosistem riset yang komprehensif, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Dengan pendekatan holistik ini, BRIN berharap dapat menciptakan generasi ilmuwan yang siap menghadapi tantangan global.

Program BRIN Goes to Nobel Prize dirancang untuk memperkuat budaya riset, kolaborasi ilmiah, dan regenerasi talenta sains Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Infrastruktur Riset Strategis yang Mendukung

Untuk mendukung keberhasilan program BRIN Luncurkan Program Goes to Nobel, BRIN telah membangun jaringan fasilitas riset strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas-fasilitas unggulan ini mencakup reaktor nuklir, observatorium terbesar di Asia Tenggara, stasiun bumi satelit, laboratorium genomik, serta pusat komputasi berkinerja tinggi yang masuk dalam jajaran lima ratus terbaik dunia.

Selain fasilitas ilmiah, BRIN juga mengelola infrastruktur pengujian untuk pesawat, kereta api, roket, dan teknologi kemaritiman. Keberadaan infrastruktur multidimensi ini diharapkan menjadi fondasi kokoh agar Indonesia mampu mengembangkan teknologi secara mandiri dan meningkatkan daya saing riset nasional di mata dunia.

Terobosan Teknologi ANG dan Kolaborasi Nobel

Dalam kesempatan yang sama, Arif Satria juga memperkenalkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) kepada Presiden Prabowo. Teknologi inovatif ini memungkinkan gas alam disimpan pada tekanan sekitar tiga puluh bar, lebih rendah dibandingkan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) konvensional melalui pemanfaatan Metal Organic Framework (MOF).

BRIN telah membangun sister-lab bersama peraih Nobel dari Jepang, Susumu Kitagawa, untuk mengembangkan teknologi ini lebih lanjut. Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ANG mampu berpotensi menghemat hingga sekitar dua puluh enam triliun rupiah per tahun terhadap beban subsidi LPG nasional.

Kolaborasi BRIN dengan peraih Nobel internasional membuka peluang besar bagi ilmuwan Indonesia untuk berkontribusi dalam program BRIN Goes to Nobel Prize.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program BRIN Goes to Nobel

Apa tujuan utama program BRIN Goes to Nobel Prize? Program ini bertujuan mempersiapkan ilmuwan Indonesia untuk menghasilkan karya riset berkelas internasional dengan peluang meraih penghargaan Nobel.

Kapan program ini diluncurkan? Program BRIN Luncurkan Program Goes to Nobel resmi diresmikan pada hari Kamis, tanggal 6 Agustus 2025, di Istana Merdeka, Jakarta.

Siapa saja yang terlibat dalam program ini? Program ini melibatkan seratus lima puluh periset BRIN, dipimpin oleh Arif Satria sebagai Kepala BRIN, dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto.

Bagaimana program ini mendukung pengembangan ilmuwan Indonesia? Program ini memperkuat budaya riset, kolaborasi ilmiah internasional, dan regenerasi talenta sains melalui infrastruktur dan fasilitas riset strategis.

Apa hubungan program ini dengan teknologi ANG? BRIN membangun sister-lab dengan peraih Nobel Susumu Kitagawa untuk mengembangkan teknologi ANG, yang berpotensi menghemat dua puluh enam triliun rupiah per tahun.

Join the discussion