BGN Copot Kepala SPPG di Papua, Investigasi Sebab Keracunan Massal
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua. Keputusan ini
BGN Copot Kepala SPPG di Papua: Investigasi Keracunan Massal MBG Berlangsung
Wartanaya.com – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua. Keputusan ini diambil menyusul kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Jayapura. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan mengalami gangguan signifikan setelah para penerima manfaat mengalami gangguan pencernaan serius.
Sudaryono, pimpinan BGN, menyatakan bahwa penghentian sementara ini merupakan respons cepat terhadap temuan awal investigasi. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Papua yang menjadi fokus perhatian khusus.
Ini Fatal. Kami langsung berhentikan sementara SPPG terkait dan kami copot Kepala SPPG tersebut, ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Kamis (6/8).
Profil dan Tanggung Jawab SPPG Papua
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang kini berada dalam proses investigasi menyeluruh dikelola oleh Yayasan Kasih Iman Samuel Papua. Lembaga nirlaba ini dimiliki oleh Edison Awoitauw, seorang tokoh masyarakat yang juga merangkap jabatan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Gerindra di Jayapura. Tanggung jawab SPPG mencakup persiapan, pengolahan, dan distribusi makanan bergizi kepada siswa-siswi di wilayah tersebut.
Pimpinan BGN menegaskan bahwa penghentian sementara tersebut tidak menghentikan operasional program MBG di wilayah Kabupaten Jayapura secara keseluruhan. Penerima manfaat yang sebelumnya dilayani oleh SPPG yang diberhentikan akan dialihkan ke unit SPPG tetangga yang masih beroperasi dengan normal. Transisi ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan pada program makan siang siswa.
Temuan Investigasi: Pelanggaran Standar Operasional
Menurut catatan resmi Sudaryono, investigasi awal mengungkap adanya pelanggaran standar operasi prosedur yang menyebabkan MBG rusak sebelum dikonsumsi. SPPG yang kini ditangguhkan memulai proses memasak pada pukul 19.00 WIT, namun makanan tersebut baru disantap oleh para penerima manfaat sekitar pukul 11.00 WIT keesokan harinya.
Dengan demikian, MBG yang dimakan memiliki usia lebih dari 12 jam. BGN telah menetapkan batas maksimal konsumsi MBG selama enam jam setelah proses memasak dimulai. Sudaryono menjelaskan bahwa memasak terlalu dini menyebabkan makanan dibawa dalam kondisi rusak kepada penerima manfaat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bakteri dan menyebabkan keracunan pada anak-anak.
Jadi mereka memasak terlalu cepat. Hasilnya, MBG yang dibawa ke penerima manfaat dalam keadaan rusak, jelasnya.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Kasus ini telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah Papua. Tim medis telah dikerahkan untuk memberikan pertolongan pertama kepada siswa-siswi yang mengalami gejala keracunan. Sebagian besar korban dilaporkan telah pulih dan kembali bersekolah setelah menjalani perawatan.
Hingga Januari 2026, terdapat total 13 SPPG yang aktif beroperasi di Kabupaten Jayapura. Seluruh dapur tersebut melayani sekitar 37.100 penerima manfaat MBG setiap harinya. Jumlah ini menunjukkan skala program MBG yang cukup besar di wilayah tersebut.
BGN berkomitmen untuk menyelesaikan investigasi secara tuntas sebelum mengambil keputusan final terkait sanksi administratif maupun operasional. Proses evaluasi juga akan mencakup aspek rantai pasok, penyimpanan, dan distribusi makanan dari dapur hingga ke sekolah-sekolah tujuan.
Frequently Asked Questions
Apa yang dimaksud dengan SPPG dalam program MBG?
SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi adalah unit kerja yang bertanggung jawab atas persiapan, pengolahan, dan distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah Indonesia.
Berapa lama batas maksimal konsumsi MBG setelah dimasak?
BGN telah menetapkan batas maksimal konsumsi MBG selama enam jam setelah proses memasak dimulai. Makanan yang melebihi batas ini berisiko rusak dan menyebabkan gangguan pencernaan.
Apakah program MBG di Papua terhenti sepenuhnya?
Tidak. Program MBG di Kabupaten Jayapura tetap berjalan normal. Penerima manfaat yang sebelumnya dilayani oleh SPPG yang diberhentikan sementara dialihkan ke unit SPPG tetangga yang masih beroperasi.
Siapa pemilik Yayasan Kasih Iman Samuel Papua?
Yayasan Kasih Iman Samuel Papua dimiliki oleh Edison Awoitauw, yang juga merangkap jabatan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Gerindra di Jayapura.
Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari Katadata.co.id melalui WhatsApp Channel resmi kami.
